<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hisyam21&#039;◆ WeBlog</title>
	<atom:link href="http://hisyam21.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hisyam21.wordpress.com</link>
	<description>BLOG BARU, BUTUH PERKEMBANGAN</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Feb 2010 08:06:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hisyam21.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/7e54821ea0abe0467445ef9c41395077?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Hisyam21&#039;◆ WeBlog</title>
		<link>http://hisyam21.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hisyam21.wordpress.com/osd.xml" title="Hisyam21&#039;◆ WeBlog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hisyam21.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>9 Cara Membuat Otak Anda Berpikir Lebih Cepat !</title>
		<link>http://hisyam21.wordpress.com/2010/02/11/9-cara-membuat-otak-anda-berpikir-lebih-cepat/</link>
		<comments>http://hisyam21.wordpress.com/2010/02/11/9-cara-membuat-otak-anda-berpikir-lebih-cepat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 08:06:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hisyam21</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips-tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hisyam21.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[1. Ambillah dosis EPA secukupnya EPA adalah bahan kimia dalam minyak ikan yang merupakan makanan bagi otak, setiap orang pasti sudah mengetahuinya, jadi mengapa tidak memberikannya kapsul minyak ikan setiap hari untuk meningkatkan kekuatannya. Riset menunjukan bahwa minyak ikan dapat memfasilitasi peningkatan aktivitas pada otak, memperlancar peredaran darah, meningkatkan memori dan konsentrasi. 2. Seks secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hisyam21.wordpress.com&amp;blog=11277735&amp;post=29&amp;subd=hisyam21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Ambillah dosis EPA secukupnya<br />
EPA adalah bahan kimia dalam minyak ikan yang merupakan makanan bagi otak, setiap orang pasti sudah mengetahuinya, jadi mengapa tidak memberikannya kapsul minyak ikan setiap hari untuk meningkatkan kekuatannya. Riset menunjukan bahwa minyak ikan dapat memfasilitasi peningkatan aktivitas pada otak, memperlancar peredaran darah, meningkatkan memori dan konsentrasi.</p>
<p>2. Seks secara teratur<br />
Berhubungan seks dapat melepaskan senyawa kimia yang dapat meningkatkan kekuatan otak, menurut buku terkini “Teach yourself. Training your brain” yang ditulis oleh pengajar senior dan seorang ahli biologi. Seks adalah bentuk sempurna dari latihan, yang juga meningkatkan peredaran darah ke otak. Ia dapat mengurangi stress dan ketegangan yang menurunkan efisiensi kinerja otak.</p>
<p>3. Kerjakan sebuah teka teki<br />
Teka-teki silang, Sudoku atau yang lainnya dapat membuat otak Anda tetap pada kondisi terbaik. Sama seperti otot, jika Anda tidak berlatih secara reguler, ia akan kehilangan kemampuannya untuk bekerja secara maksimal.</p>
<p>4. Pergi berjalan kaki<br />
Tidak ada yang dapat mengalahkan udara segar yang dapat menyegarkan pikiran yang dapat mengurangi percakapan mental yang mengganggu logika dan pikiran konstruktif. Sebuah perjalanan di pinggiran kota, dekat sungai atau sekedar di taman akan membantu Anda menyingkirkan awan kelabu dan membantu pikiran Anda tetap jernih.</p>
<p>5. Mempelajari bahasa baru<br />
Mempelajari bahasa baru dapat sindrom dementia (kemunduran otak) sampai dengan empat tahun menurut artikel yang dimuat pada New Scientist. Alasan pasti untuk hal ini belum diketahui, namun dipercaya bahwa ia memiliki hubungan erat dengan peningkatan perdaran darah dan koneksi saraf yang baik.</p>
<p>6. Tertawa<br />
Tawa bukan saja merupakan obat terbaik, ia juga dapat meningkatkan fungsi otak dan menstimulasi kedua sisi otak pada saat yang bersamaan. Pastikan Anda tertawa setiap harinya.</p>
<p>7. Menjadi kreatifif<br />
Melukislah atau pelajari alat musik yang baru, bergabunglah dengan kelas kesenian walaupun Anda yakin Anda payah dalam hal tersebut. Menjadi kreatif memungkinkan Anda untuk menemukan solusi baru untuk permasalahan yang sudah lama dan meningkatkan kesadaran pada saat yang bersamaan.</p>
<p>8. Belajar melempar barang<br />
Riset dari Universitas Regensburg di Jerman memindai otak dari seorang juggler (pemain sulap yang melemparkan barang) dan menemukan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan struktur otak. Setelah berlatih selama tiga bulan, otak akan menunjukan peningkatan signifikan pada dua bagian, yaitu bagian mid-portal dan posterior intraprietal sulcus kiri.</p>
<p>9. Berhubungan dengan sifat keanak-anakan Anda<br />
Einstein pernah berkata bahwa imajinasi lebih penting daripada pengetahuan dan ia menggunakannya pada beberapa eksperimen yang akhirnya membuatnya menemukan perhitungan paling terkenal sepanjang masa (E=MC2).</p>
<p>Cobalah lihat anak-anak, mereka penuh dengan imajinasi, dan mereka belajar lebih banyak pada tahun-tahun awal kehidupan mereka lebih daripada apa yang kita pelajari selama satu dekade. Bebaskan pikiran Anda dari penjara pikiran “seorang dewasa”, Anda akan menemukan cara berpikir yang belum pernah ada sebelumnya, Anda mungkin akan membuat penemuan besar yang berikutnya.</p>
<p><a href="http://www.myrank.web.id/9-cara-membuat-otak-anda-berpikir-lebih-cepat.html">Sumber : http://www.myrank.web.id/9-cara-membuat-otak-anda-berpikir-lebih-cepat.html</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hisyam21.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hisyam21.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hisyam21.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hisyam21.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hisyam21.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hisyam21.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hisyam21.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hisyam21.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hisyam21.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hisyam21.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hisyam21.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hisyam21.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hisyam21.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hisyam21.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hisyam21.wordpress.com&amp;blog=11277735&amp;post=29&amp;subd=hisyam21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hisyam21.wordpress.com/2010/02/11/9-cara-membuat-otak-anda-berpikir-lebih-cepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0127e879f9e18115d7e4f5275b04d3a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hisyam21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Drama Radio Dwi Bahasa di radio KBR ARH 68</title>
		<link>http://hisyam21.wordpress.com/2010/02/11/drama-radio-dwi-bahasa-di-radio-kbr-arh-68/</link>
		<comments>http://hisyam21.wordpress.com/2010/02/11/drama-radio-dwi-bahasa-di-radio-kbr-arh-68/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 08:03:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hisyam21</dc:creator>
				<category><![CDATA[iklan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hisyam21.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Ada drama radio baru berbahasa Inggris yang judulnya &#8220;My Love, My English, My Success&#8221; yang ditulis dan dimainkan oleh guru-guru LIA Pramuka dan Pasar Minggu. Lumayan seru. Program mingguan berdurasi 20 menit itu akan disiarkan di Jakarta setiap Kamis dari pukul 20.40 sampai 21.00 WIB di 89.2 FM Green Radio sebagai bagian dari acara radio [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hisyam21.wordpress.com&amp;blog=11277735&amp;post=27&amp;subd=hisyam21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada drama radio baru berbahasa Inggris yang judulnya &#8220;My Love, My English, My Success&#8221; yang ditulis dan dimainkan oleh guru-guru LIA Pramuka dan Pasar Minggu. Lumayan seru. </p>
<p>Program mingguan berdurasi 20 menit itu akan disiarkan di Jakarta setiap Kamis dari pukul 20.40 sampai 21.00 WIB di 89.2 FM Green Radio sebagai bagian dari acara radio &#8220;Guru Kita&#8221; yang dimulai pekan ini. </p>
<p>Di akhir acara ada bincang-bincang dengan narasumber (guru LIA dan native speaker dari RELO) dan ditutup dengan kuis berhadiah. </p>
<p>Simak kisahnya dan menangkan hadiahnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hisyam21.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hisyam21.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hisyam21.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hisyam21.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hisyam21.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hisyam21.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hisyam21.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hisyam21.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hisyam21.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hisyam21.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hisyam21.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hisyam21.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hisyam21.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hisyam21.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hisyam21.wordpress.com&amp;blog=11277735&amp;post=27&amp;subd=hisyam21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hisyam21.wordpress.com/2010/02/11/drama-radio-dwi-bahasa-di-radio-kbr-arh-68/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0127e879f9e18115d7e4f5275b04d3a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hisyam21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antivirus Mantep Pembasmi Virus Autorun.inf Pendamping Avira Premium Security Suite</title>
		<link>http://hisyam21.wordpress.com/2010/02/11/antivirus-mantep-pembasmi-virus-autorun-inf-pendamping-avira-premium-security-suite/</link>
		<comments>http://hisyam21.wordpress.com/2010/02/11/antivirus-mantep-pembasmi-virus-autorun-inf-pendamping-avira-premium-security-suite/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 07:59:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hisyam21</dc:creator>
				<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hisyam21.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Masih inget Avira Premium Security Suite yang gw promosiin tempo hari?? Di dunia ini ngga ada satupun antivirus yang Tokcer &#38; bisa membasmi Virus, worm, spyware, malware, adware yang ada di dalam kompi kita 100%. Pasti ada aja yang lolos! Nah oleh sebab itu perlu ada pendamping antivirus primer yang lainnya lagi. Secara Virus itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hisyam21.wordpress.com&amp;blog=11277735&amp;post=23&amp;subd=hisyam21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih inget Avira Premium Security Suite yang gw promosiin tempo hari?? Di dunia ini ngga ada satupun antivirus yang Tokcer &amp; bisa membasmi Virus, worm, spyware, malware, adware yang ada di dalam kompi kita 100%. Pasti ada aja yang lolos! Nah oleh sebab itu perlu ada pendamping antivirus primer yang lainnya lagi. Secara Virus itu ada yang lokal &amp; ada yang manca negara. Tapi kalo dua antvirus kita install sekaligus maka apa yang akan terjadi??? komputer kita pasti akan jadi LEMOT!! Lemot abiiiiz! Why??? Because karena (Nora banget ye??!?!) resource memory yang ada di komputer kita akan terkuras habis &amp; tersita hanya untuk kedua antivirus tadi. Apalagi ram memory dibawah 1 giga?? Di install Avira &amp; Kaspersky, keruan bakal &#8216;ngos2an&#8217; komputer lo!! Coba aja buktiin sendiri kalo ngga percaya!! Nah, oleh karena itu kita kudu pandai2 menyiasati virus2 komputer yang nakal tanpa harus kehilangan resource memory. Caranya?? Gampang Gan!!<br />
Install satu antivirus permanen yang bisa di update, nah yang satunya lagi ngga usah diinstall cukup pake yang portable aza. Mau pake antivirus yang mana?? Terserah tergantung dari keyakinan &amp; pengalaman kita masing2. Masing2 punya preferensi yang beda-beda. Kalo temen gw Ozy, Juragan Semangka Komputer, paling seneng make AVG versi 8 + PCMAV yang di campur sama CLAMAV. So far, so good!! Ngga pernah ada masalah2 virus yang berarti &amp; serius! Nah, kalo gw lebih seneng make Avira premium Security Suite 9. &#8230;(Gw Lupa) + ANSAV Beta V 2.044. Kendatipun udah ada yang terbaru, V 2.045, sebagian juragan2 di kaskus menyarankan untuk pake yang 2.044. Why?? karena yang terbaru masih banyak bug, jadi belom sempurna &amp; masih banyak perlu di revisi &amp; di tinjau kembali validitas &amp; relibilitasnya. Bagi rekan2 Fesbuk yang pengen download &amp; nge-check apakah ada Virus autorun.inf yang bersemayam dalam kompi kita, anda bisa mendownloadnya di :</p>
<p><a href="http://www.indowebster.com/ansav_2044.html">http://www.indowebster.com/ansav_2044.html<br />
</a><br />
Pada waktu gw nulis Note ini jam13:00, Hari Sabtu dinihari, gw sekarang masih dalam proses menscan &amp; sejauh ini baru terdeteksi 6 worm autorun.inf. Nanti kalo udah selesai semua menscan-nya pasti gw upload ke sini biar lo pada percaya keampuhan antivirus ANSAV update-an terbaru ini. Bagi yang berkenan mengirim &#8216;CENDOL IJO2, TS akan dengan senang hati menerimanya.</p>
<p>Link ini buat dapetin update-annya: http://clamav.net/download/cvd<br />
download main.cvd dan daily.cvd, setelah itu letakkan file tersebut menjadi satu pada tempat dimana plugin Clamsav berada.<br />
SEAMAT MENCOBA!!</p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hisyam21.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hisyam21.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hisyam21.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hisyam21.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hisyam21.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hisyam21.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hisyam21.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hisyam21.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hisyam21.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hisyam21.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hisyam21.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hisyam21.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hisyam21.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hisyam21.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hisyam21.wordpress.com&amp;blog=11277735&amp;post=23&amp;subd=hisyam21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hisyam21.wordpress.com/2010/02/11/antivirus-mantep-pembasmi-virus-autorun-inf-pendamping-avira-premium-security-suite/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0127e879f9e18115d7e4f5275b04d3a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hisyam21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>REPUBLIK INDONESIA</title>
		<link>http://hisyam21.wordpress.com/2010/02/11/indonesia/</link>
		<comments>http://hisyam21.wordpress.com/2010/02/11/indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 07:49:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hisyam21</dc:creator>
				<category><![CDATA[informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hisyam21.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Dengan populasi sebesar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hisyam21.wordpress.com&amp;blog=11277735&amp;post=20&amp;subd=hisyam21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Republik Indonesia</strong> disingkat <strong>RI</strong> atau <strong>Indonesia</strong> adalah negara di <a title="Asia Tenggara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara">Asia Tenggara</a>, yang dilintasi garis <a title="Khatulistiwa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khatulistiwa">khatulistiwa</a> dan berada di antara benua <a title="Asia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia">Asia</a> dan <a title="Australia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia">Australia</a> serta antara <a title="Samudra Pasifik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Pasifik">Samudra Pasifik</a> dan <a title="Samudra Hindia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Hindia">Samudra Hindia</a>. Indonesia adalah negara <a title="Kepulauan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan">kepulauan</a> terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai <a title="Nusantara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusantara">Nusantara</a> (Kepulauan Antara). Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006,<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-autogenerated1-3">[4]</a></sup> Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk <a title="Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim">Muslim</a> terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah <a title="Republik Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Islam">negara Islam</a>. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah <a title="Republik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik">republik</a>, dengan <a title="Dewan Perwakilan Rakyat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Perwakilan_Rakyat">Dewan Perwakilan Rakyat</a>, <a title="Dewan Perwakilan Daerah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Perwakilan_Daerah">Dewan Perwakilan Daerah</a> dan <a title="Presiden Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presiden_Indonesia">Presiden</a> yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah <a title="Daerah Khusus Ibukota Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta">Jakarta</a>. Indonesia berbatasan dengan <a title="Malaysia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia">Malaysia</a> di <a title="Pulau Kalimantan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Kalimantan">Pulau Kalimantan</a>, dengan <a title="Papua Nugini" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua_Nugini">Papua Nugini</a> di <a title="Pulau Papua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Papua">Pulau Papua</a> dan dengan <a title="Timor Leste" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Leste">Timor Leste</a> di <a title="Pulau Timor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Timor">Pulau Timor</a>. Negara tetangga lainnya adalah <a title="Singapura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singapura">Singapura</a>, <a title="Filipina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Filipina">Filipina</a>, <a title="Australia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia">Australia</a>, dan wilayah persatuan <a title="Kepulauan Andaman dan Nikobar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Andaman_dan_Nikobar">Kepulauan Andaman dan Nikobar</a> di <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a>.</p>
<p>Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika <a title="Kerajaan Sriwijaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sriwijaya">Kerajaan Sriwijaya</a> menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan <a title="Hindu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindu">Hindu</a> dan <a title="Buddha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buddha">Buddha</a> telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a>, serta berbagai kekuatan <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a> yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah <a title="Maluku" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maluku">Maluku</a> semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah <a title="Hindia Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindia_Belanda">penjajahan Belanda</a>, Indonesia <a title="Proklamasi Kemerdekaan Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia">menyatakan kemerdekaannya</a> di akhir <a title="Perang Dunia II" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II">Perang Dunia II</a>. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.</p>
<p>Dari <a title="Sabang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sabang">Sabang</a> sampai <a title="Merauke" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Merauke">Merauke</a>, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. <a title="Suku Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Jawa">Suku Jawa</a> adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, <em>&#8220;<a title="Bhinneka Tunggal Ika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bhinneka_Tunggal_Ika">Bhinneka tunggal ika</a>&#8220;</em> (&#8220;Berbeda-beda tetapi tetap satu&#8221;), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat <a title="Keanekaragaman hayati" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keanekaragaman_hayati">keanekaragaman hayati</a> terbesar kedua di dunia.</p>
<table cellpadding="1">
<tbody>
<tr>
<th colspan="3" align="center">Republik Indonesia</th>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" align="center">
<table align="center">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><a title="Bendera Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_Indonesia.svg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9f/Flag_of_Indonesia.svg/125px-Flag_of_Indonesia.svg.png" alt="" width="125" height="83" /></a></td>
<td align="center"><a title="Lambang Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Garuda_Pancasila,_Coat_Arms_of_Indonesia.svg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6c/Garuda_Pancasila%2C_Coat_Arms_of_Indonesia.svg/85px-Garuda_Pancasila%2C_Coat_Arms_of_Indonesia.svg.png" alt="" width="85" height="92" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center"><a title="Bendera Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bendera_Indonesia">Bendera</a></td>
<td align="center"><a title="Lambang Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lambang_Indonesia">Lambang</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3"><strong><a title="Motto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Motto">Motto</a>: </strong><a title="Bhinneka Tunggal Ika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bhinneka_Tunggal_Ika">Bhinneka Tunggal Ika</a><br />
(<em><a title="Bahasa Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa">Bahasa Jawa Kuno</a>: &#8220;Berbeda-beda tetapi tetap Satu&#8221;</em>)<br />
<strong><a title="Ideologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ideologi">Ideologi nasional</a></strong>: <a title="Pancasila" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila">Pancasila</a></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3"><strong><a title="Lagu kebangsaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lagu_kebangsaan">Lagu kebangsaan</a>: </strong><a title="Indonesia Raya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia_Raya">Indonesia Raya</a></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3">
<div>
<div><a title="Lokasi Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Indonesia_%28orthographic_projection%29.svg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/05/Indonesia_%28orthographic_projection%29.svg/250px-Indonesia_%28orthographic_projection%29.svg.png" alt="" width="250" height="250" /></a></div>
</div>
</td>
</tr>
<tr align="left">
<td colspan="2"><strong><a title="Ibu kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibu_kota">Ibu kota</a></strong><br />
<a title="Daftar kota di Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kota_di_Indonesia">(dan kota terbesar)</a></td>
<td><a title="Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a><br />
<img title="Tunjukkan letak di peta interaktif" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9a/Erioll_world.svg/18px-Erioll_world.svg.png" alt="" /><a rel="nofollow" href="http://stable.toolserver.org/geohack/geohack.php?pagename=Indonesia&amp;params=6_10.5_S_106_49.7_E_type:country%281.904.569%29">6°10.5′S 106°49.7′E﻿ / ﻿6.175°S 106.8283°E﻿ / -6.175; 106.8283</a></td>
</tr>
<tr align="left">
<th colspan="2"><a title="Bahasa resmi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_resmi">Bahasa resmi</a></th>
<td><a title="Bahasa Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia">Bahasa Indonesia</a></td>
</tr>
<tr align="left">
<th colspan="2"><a title="Pemerintahan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintahan">Pemerintahan</a></th>
<td><a title="Republik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik">Republik</a> <a title="Sistem presidensiil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_presidensiil">presidensiil</a></td>
</tr>
<tr align="left">
<td>-</td>
<td><a title="Presiden Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presiden_Indonesia">Presiden</a></td>
<td><a title="Susilo Bambang Yudhoyono" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Susilo_Bambang_Yudhoyono">Susilo Bambang Yudhoyono</a></td>
</tr>
<tr align="left">
<td>-</td>
<td><a title="Wakil Presiden Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wakil_Presiden_Indonesia">Wakil Presiden</a></td>
<td><a title="Boediono" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boediono">Boediono</a></td>
</tr>
<tr align="left">
<th colspan="2"><a title="Kemerdekaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kemerdekaan">Kemerdekaan</a></th>
<td>dari <a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a></td>
</tr>
<tr align="left">
<td>-</td>
<td><a title="Proklamasi Kemerdekaan Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia">Diproklamasikan</a></td>
<td><a title="17 Agustus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/17_Agustus">17 Agustus</a> <a title="1945" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1945">1945</a></td>
</tr>
<tr align="left">
<td>-</td>
<td><a title="Pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pengakuan_kemerdekaan_Indonesia_oleh_Belanda">Diakui</a> (sebagai <a title="Republik Indonesia Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Indonesia_Serikat">RIS</a>)</td>
<td><a title="27 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/27_Desember">27 Desember</a> <a title="1949" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1949">1949</a></td>
</tr>
<tr align="left">
<td>-</td>
<td>Kembali ke RI</td>
<td><a title="17 Agustus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/17_Agustus">17 Agustus</a> <a title="1950" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1950">1950</a></td>
</tr>
<tr align="left">
<th colspan="3"><a title="Luas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Luas">Luas</a></th>
</tr>
<tr align="left">
<td>-</td>
<td>Total</td>
<td><a title="Meter persegi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Meter_persegi">1,904,569 km<sup>2</sup></a> (<a title="Daftar negara menurut luas wilayah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_luas_wilayah">15</a>)</td>
</tr>
<tr align="left">
<td>-</td>
<td><a title="Air" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air">Air</a> (<a title="Persen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persen">%</a>)</td>
<td>4,85%</td>
</tr>
<tr align="left">
<th colspan="3"><a title="Penduduk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk">Penduduk</a></th>
</tr>
<tr align="left">
<td>-</td>
<td>Perkiraan 19 Juni 2009</td>
<td>230.472.833<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-0">[1]</a></sup> (<a title="Daftar negara menurut jumlah penduduk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_jumlah_penduduk">4</a>)</td>
</tr>
<tr align="left">
<td>-</td>
<td>Sensus 2000</td>
<td>206.264.595</td>
</tr>
<tr align="left">
<td>-</td>
<td><a title="Kepadatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepadatan">Kepadatan</a></td>
<td>134/km<sup>2</sup> (<a title="Daftar negara menurut kepadatan penduduk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_kepadatan_penduduk">84</a>)</td>
</tr>
<tr align="left">
<td colspan="2"><strong><a title="Produk domestik bruto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Produk_domestik_bruto">PDB</a></strong> (<a title="Keseimbangan kemampuan berbelanja" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keseimbangan_kemampuan_berbelanja">KKB</a>)</td>
<td>Perkiraan 2009</td>
</tr>
<tr align="left">
<td>-</td>
<td>Total</td>
<td>Rp. 8,576 triliun<br />
(AS$ 909 miliar)<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-IMF-1">[2]</a></sup></td>
</tr>
<tr align="left">
<td>-</td>
<td><a title="Per kapita" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Per_kapita">Per kapita</a></td>
<td>Rp. 37,538 juta<br />
(AS$ 3,979)<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-IMF-1">[2]</a></sup></td>
</tr>
<tr align="left">
<td colspan="2"><strong><a title="Produk domestik bruto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Produk_domestik_bruto">PDB</a></strong> (nominal)</td>
<td>Perkiraan 2009</td>
</tr>
<tr align="left">
<td>-</td>
<td>Total</td>
<td>Rp. 4,821 triliun<br />
(AS$ 511 miliar)<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-IMF-1">[2]</a></sup></td>
</tr>
<tr align="left">
<td>-</td>
<td><a title="Per kapita" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Per_kapita">Per kapita</a></td>
<td>Rp. 21.113 juta<br />
(AS$ 2,238)<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-IMF-1">[2]</a></sup></td>
</tr>
<tr align="left">
<td colspan="2"><strong><a title="Indeks Pembangunan Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indeks_Pembangunan_Manusia">IPM</a></strong> (2006)</td>
<td><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8b/Green_Arrow_Up_Darker.svg/10px-Green_Arrow_Up_Darker.svg.png" alt="Green Arrow Up Darker.svg" width="10" height="10" /> 0.734<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-2">[3]</a></sup> (<span style="color:#ffcc00;">menengah</span>) (<a title="Daftar negara menurut Indeks Pembangunan Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_Indeks_Pembangunan_Manusia">111</a>)</td>
</tr>
<tr align="left">
<th colspan="2"><a title="Mata uang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mata_uang">Mata uang</a></th>
<td><a title="Rupiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rupiah">Rupiah</a> (Rp) (<code><a title="ISO 4217" href="http://id.wikipedia.org/wiki/ISO_4217">IDR</a></code>)</td>
</tr>
<tr align="left">
<th colspan="2"><a title="Zona waktu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zona_waktu">Zona waktu</a></th>
<td><a title="WIB" href="http://id.wikipedia.org/wiki/WIB">WIB</a> (<a title="UTC+7" href="http://id.wikipedia.org/wiki/UTC%2B7">+7</a>), <a title="WITA" href="http://id.wikipedia.org/wiki/WITA">WITA</a> (<a title="UTC+8" href="http://id.wikipedia.org/wiki/UTC%2B8">+8</a>), <a title="WIT" href="http://id.wikipedia.org/wiki/WIT">WIT</a> (<a title="UTC+9" href="http://id.wikipedia.org/wiki/UTC%2B9">+9</a>)</td>
</tr>
<tr align="left">
<th colspan="2"><a title="Arah lalu lintas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arah_lalu_lintas">Lajur kemudi</a></th>
<td>Kiri</td>
</tr>
<tr align="left">
<th colspan="2"><a title="Ranah internet tingkat teratas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ranah_internet_tingkat_teratas">Domain internet</a></th>
<td><a title=".id" href="http://id.wikipedia.org/wiki/.id">.id</a></td>
</tr>
<tr align="left">
<th colspan="2"><a title="Daftar kode telepon negara di dunia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kode_telepon_negara_di_dunia">Kode telepon</a></th>
<td>62</td>
</tr>
<tr align="left">
<td colspan="3"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2>Etimologi</h2>
<div>Lihat pula: <a title="Sejarah nama Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_nama_Indonesia">Sejarah nama Indonesia</a></div>
<p>Kata &#8220;Indonesia&#8221; berasal dari kata dalam <a title="Bahasa Latin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Latin">bahasa Latin</a> yaitu <em>Indus</em> yang berarti &#8220;Hindia&#8221; dan kata dalam <a title="Bahasa Yunani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yunani">bahasa Yunani</a> <em>nesos</em> yang berarti &#8220;pulau&#8221;.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-EcoSeas1-4">[5]</a></sup> Jadi, kata Indonesia berarti <a title="Wilayah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wilayah">wilayah</a> Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-indoety-5">[6]</a></sup> Pada tahun 1850, <a title="George Earl" href="http://id.wikipedia.org/wiki/George_Earl">George Earl</a>, seorang <a title="Etnologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Etnologi">etnolog</a> berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah <em>Indunesia</em> dan <em>Malayunesia</em> untuk penduduk &#8220;Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu&#8221;.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-JIAEA_1-6">[7]</a></sup> Murid dari Earl, <a title="James Richardson Logan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/James_Richardson_Logan">James Richardson Logan</a>, menggunakan kata <em>Indonesia</em> sebagai sinonim dari <em>Kepulauan India</em>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-JIAEA_3-7">[8]</a></sup> Namun, penulisan akademik Belanda di media <a title="Hindia Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindia_Belanda">Hindia Belanda</a> tidak menggunakan kata <em>Indonesia</em>, tetapi istilah <em>Kepulauan Melayu</em> (<em>Maleische Archipel</em>); <em>Hindia Timur Belanda</em> (<em>Nederlandsch Oost Indië</em>), atau <em>Hindia</em> (<em>Indië</em>); <em>Timur</em> (<em>de Oost</em>); dan bahkan <em>Insulinde</em> (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel <em><a title="Max Havelaar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Max_Havelaar">Max Havelaar</a></em> (1859), ditulis oleh <a title="Multatuli" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Multatuli">Multatuli</a>, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda).<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-Kroef-8">[9]</a></sup></p>
<p>Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-Kroef-8">[9]</a></sup> <a title="Adolf Bastian" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adolf_Bastian">Adolf Bastian</a> dari <a title="Universitas Humboldt Berlin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Humboldt_Berlin">Universitas Berlin</a> memasyarakatkan nama ini melalui buku <em>Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894</em>. Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya ialah <a title="Ki Hajar Dewantara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Hajar_Dewantara">Suwardi Suryaningrat</a> (Ki Hajar Dewantara), yaitu ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama <em>Indonesisch Pers Bureau</em> di tahun 1913.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-indoety-5">[6]</a></sup></p>
<h2>Sejarah</h2>
<div><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Sejarah Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia">Sejarah Indonesia</a></div>
<div>Lihat pula: <a title="Sejarah Nusantara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara">Sejarah Nusantara</a></div>
<p>Peninggalan fosil-fosil <em><a title="Homo erectus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Homo_erectus">Homo erectus</a></em>, yang oleh <a title="Antropologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi">antropolog</a> juga dijuluki &#8220;<a title="Manusia Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia_Jawa">Manusia Jawa</a>&#8220;, menimbulkan dugaaan bahwa kepulauan Indonesia telah mulai berpenghuni pada antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-9">[10]</a></sup> <a title="Austronesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Austronesia#Asal_usul_bangsa_Austronesia">Bangsa Austronesia</a>, yang membentuk mayoritas penduduk pada saat ini, bermigrasi ke Asia Tenggara dari <a title="Taiwan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taiwan">Taiwan</a>. Mereka tiba di sekitar 2000 SM, dan menyebabkan <a title="Melanesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Melanesia">bangsa Melanesia</a> yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak ke wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-10">[11]</a></sup> Kondisi tempat yang ideal bagi pertanian, dan penguasaan atas cara <a title="Sawah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sawah">bercocok tanam padi</a> setidaknya sejak abad ke-8 SM,<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-11">[12]</a></sup> menyebabkan banyak perkampungan, kota, dan kerajaan-kerajaan kecil tumbuh berkembang dengan baik pada abad pertama masehi. Selain itu, Indonesia yang terletak di jalur perdagangan laut internasional dan antar pulau, telah menjadi jalur pelayaran antara India dan Cina selama beberapa abad.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-12">[13]</a></sup> Sejarah Indonesia selanjutnya mengalami banyak sekali pengaruh dari kegiatan perdagangan tersebut.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-13">[14]</a></sup></p>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Borobudur_ship.JPG"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/30/Borobudur_ship.JPG/180px-Borobudur_ship.JPG" alt="" width="180" height="124" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Borobudur_ship.JPG"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Sejak abad ke-1 kapal dagang Indonesia telah berlayar jauh, bahkan sampai ke <a title="Afrika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika">Afrika</a>. Sebuah bagian dari relief kapal di candi <a title="Borobudur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur">Borobudur</a>, k. 800 M.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Di bawah pengaruh agama <a title="Hindu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindu">Hindu</a> dan <a title="Buddha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buddha">Buddha</a>, beberapa kerajaan terbentuk di pulau <a title="Kalimantan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan">Kalimantan</a>, <a title="Sumatra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra">Sumatra</a>, dan <a title="Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a> sejak <a title="Abad ke-4" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-4">abad ke-4</a> hingga <a title="Abad ke-14" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-14">abad ke-14</a>. <a title="Kerajaan Kutai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kutai">Kutai</a>, merupakan kerajaan tertua di Nusantara yang berdiri pada abad ke-4 di hulu <a title="Sungai Mahakam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Mahakam">sungai Mahakam</a>, <a title="Kalimantan Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timur">Kalimantan Timur</a>. Di wilayah barat pulau Jawa, pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M berdiri kerajaan <a title="Tarumanegara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tarumanegara">Tarumanegara</a>. Pemerintahan Tarumanagara dilanjutkan oleh <a title="Kerajaan Sunda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda">Kerajaan Sunda</a> dari tahun 669 M sampai 1579 M. Pada abad ke-7 muncul kerajaan Malayu yang berpusat di <a title="Jambi (kota)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jambi_%28kota%29">Jambi</a>, Sumatera. <a title="Sriwijaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya">Sriwijaya</a> mengalahkan Malayu dan muncul sebagai kerajaan maritim yang paling perkasa di Nusantara. Wilayah kekuasaannya meliputi Sumatera, Jawa, semenanjung Melayu, sekaligus mengontrol perdagangan di Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Cina Selatan.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-14">[15]</a></sup> Di bawah pengaruh Sriwijaya, antara abad ke-8 dan ke-10 wangsa <a title="Wangsa Syailendra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wangsa_Syailendra">Syailendra</a> dan <a title="Wangsa Sanjaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wangsa_Sanjaya">Sanjaya</a> berhasil mengembangkan kerajaan-kerajaan berbasis agrikultur di <a title="Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a>, dengan peninggalan bersejarahnya seperti candi <a title="Borobudur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur">Borobudur</a> dan candi <a title="Prambanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prambanan">Prambanan</a>. Di akhir abad ke-13, <a title="Majapahit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit">Majapahit</a> berdiri di bagian timur pulau Jawa. Di bawah pimpinan mahapatih <a title="Gajah Mada" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gajah_Mada">Gajah Mada</a>, kekuasaannya meluas sampai hampir meliputi wilayah Indonesia kini; dan sering disebut &#8220;Zaman Keemasan&#8221; dalam sejarah Indonesia.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-15">[16]</a></sup></p>
<p>Kedatangan pedagang-pedagang <a title="Bangsa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa_Arab">Arab</a> dan <a title="Bangsa Persia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa_Persia">Persia</a> melalui Gujarat, India, kemudian membawa agama <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a>. Selain itu pelaut-pelaut <a title="Tiongkok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiongkok">Tiongkok</a> yang dipimpin oleh Laksamana <a title="Cheng Ho" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cheng_Ho">Cheng Ho</a> (Zheng He) yang beragama Islam, juga pernah menyinggahi wilayah ini pada awal <a title="Abad ke-15" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-15">abad ke-15</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-16">[17]</a></sup> Para pedagang-pedagang ini juga menyebarkan agama Islam di beberapa wilayah Nusantara. <a title="Samudera Pasai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samudera_Pasai">Samudera Pasai</a> yang berdiri pada tahun 1267, merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia.</p>
<p>Ketika orang-orang <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a> datang pada awal <a title="Abad ke-16" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-16">abad ke-16</a>, mereka menemukan beberapa kerajaan yang dengan mudah dapat mereka kuasai demi mendominasi perdagangan rempah-rempah. Portugis pertama kali mendarat di dua pelabuhan <a title="Kerajaan Sunda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda">Kerajaan Sunda</a> yaitu <a title="Banten" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Banten">Banten</a> dan <a title="Padrao Sunda Kalapa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padrao_Sunda_Kalapa">Sunda Kelapa</a>, tapi dapat diusir dan bergerak ke arah timur dan menguasai <a title="Maluku" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maluku">Maluku</a>. Pada <a title="Abad ke-17" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-17">abad ke-17</a>, <a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a> muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkan <a title="Britania Raya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Britania_Raya">Britania Raya</a> dan <a title="Portugal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portugal">Portugal</a> (kecuali untuk koloni mereka, <a title="Timor Portugis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Portugis">Timor Portugis</a>). Pada masa itulah agama <a title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristen</a> masuk ke Indonesia sebagai salah satu misi imperialisme lama yang dikenal sebagai <em>3G</em>, yaitu <em><a title="Abad Penemuan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_Penemuan">Gold, Glory, and Gospel</a></em>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-17">[18]</a></sup> Belanda menguasai Indonesia sebagai koloni hingga <a title="Perang Dunia II" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II">Perang Dunia II</a>, awalnya melalui <a title="VOC" href="http://id.wikipedia.org/wiki/VOC">VOC</a>, dan kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad ke-19.</p>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Raden_Sarief_Bastaman_Saleh_-_Johannes_Graaf_van_den_Bosch.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/12/Raden_Sarief_Bastaman_Saleh_-_Johannes_Graaf_van_den_Bosch.jpg/120px-Raden_Sarief_Bastaman_Saleh_-_Johannes_Graaf_van_den_Bosch.jpg" alt="" width="120" height="143" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Raden_Sarief_Bastaman_Saleh_-_Johannes_Graaf_van_den_Bosch.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p><a title="Johannes van den Bosch" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Johannes_van_den_Bosch">Johannes van den Bosch</a>, pencetus <em>Cultuurstelsel</em></p>
</div>
</div>
</div>
<p>Di bawah sistem <em><a title="Cultuurstelsel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cultuurstelsel">Cultuurstelsel</a></em> (<em>Sistem Penanaman</em>) pada abad ke-19, perkebunan besar dan penanaman paksa dilaksanakan di Jawa, akhirnya menghasilkan keuntungan bagi Belanda yang tidak dapat dihasilkan VOC. Pada masa pemerintahan kolonial yang lebih bebas setelah <a title="1870" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1870">1870</a>, sistem ini dihapus. Setelah <a title="1901" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1901">1901</a> pihak Belanda memperkenalkan <a title="Politik Etis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik_Etis">Kebijakan Beretika</a>,<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-18">[19]</a></sup> yang termasuk reformasi politik yang terbatas dan investasi yang lebih besar di Hindia-Belanda.</p>
<p>Pada masa Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh <a title="Jerman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman">Jerman</a>, <a title="Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a> menguasai Indonesia. Setelah mendapatkan Indonesia pada tahun 1942, Jepang melihat bahwa para pejuang Indonesia merupakan rekan perdagangan yang kooperatif dan bersedia mengerahkan prajurit bila diperlukan. <a title="Soekarno" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno">Soekarno</a>, <a title="Hatta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hatta">Mohammad Hatta</a>, <a title="Mas Mansur, Kiai Haji" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mas_Mansur,_Kiai_Haji">KH. Mas Mansur</a>, dan <a title="Ki Hajar Dewantara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Hajar_Dewantara">Ki Hajar Dewantara</a> diberikan penghargaan oleh <a title="Hirohito" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hirohito">Kaisar Jepang</a> pada tahun 1943.</p>
<p>Pada Maret <a title="1945" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1945">1945</a> Jepang membentuk sebuah komite untuk kemerdekaan Indonesia. Setelah <a title="Perang Pasifik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Pasifik">perang Pasifik</a> berakhir pada tahun 1945, di bawah tekanan organisasi pemuda, Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal <a title="17 Agustus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/17_Agustus">17 Agustus</a> <a title="1945" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1945">1945</a>. Setelah kemerdekaan, tiga pendiri bangsa yakni <a title="Soekarno" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno">Soekarno</a>, <a title="Mohammad Hatta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Hatta">Mohammad Hatta</a>, dan <a title="Sutan Sjahrir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sutan_Sjahrir">Sutan Sjahrir</a> masing-masing menjabat sebagai presiden, wakil presiden, dan <a title="Perdana menteri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perdana_menteri">perdana menteri</a>. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda mengirimkan pasukan mereka.</p>
<p>Usaha-usaha berdarah untuk meredam pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenal oleh orang Belanda sebagai &#8216;aksi kepolisian&#8217; (<em>Politionele Actie</em>), atau dikenal oleh orang Indonesia sebagai Agresi Militer.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-19">[20]</a></sup> Belanda akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka pada <a title="27 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/27_Desember">27 Desember</a> <a title="1949" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1949">1949</a> sebagai negara <a title="Federal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Federal">federal</a> yang disebut <a title="Republik Indonesia Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Indonesia_Serikat">Republik Indonesia Serikat</a> setelah mendapat tekanan yang kuat dari kalangan internasional, terutama <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a>. Mosi Integral <a title="Natsir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Natsir">Natsir</a> pada tanggal 17 Agustus 1950, menyerukan kembalinya negara kesatuan Republik Indonesia dan membubarkan Republik Indonesia Serikat. Soekarno kembali menjadi presiden dengan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden dan Mohammad Natsir sebagai perdana menteri.</p>
<p>Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pemerintahan Soekarno mulai mengikuti sekaligus merintis <a title="Gerakan non-blok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_non-blok">gerakan non-blok</a> pada awalnya, kemudian menjadi lebih dekat dengan blok <a title="Sosialisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisme">sosialis</a>, misalnya <a title="Republik Rakyat Cina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Rakyat_Cina">Republik Rakyat Cina</a> dan <a title="Yugoslavia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yugoslavia">Yugoslavia</a>. Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya konfrontasi militer terhadap negara tetangga, <a title="Malaysia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia">Malaysia</a> (&#8220;<em><a title="Konfrontasi Indonesia-Malaysia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konfrontasi_Indonesia-Malaysia">Konfrontasi</a></em>&#8220;),<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-20">[21]</a></sup> dan ketidakpuasan terhadap kesulitan ekonomi yang semakin besar. Selanjutnya pada tahun 1965 meletus kejadian <a title="G30S" href="http://id.wikipedia.org/wiki/G30S">G30S</a> yang menyebabkan kematian 6 orang <a title="Jenderal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jenderal">jenderal</a> dan sejumlah <a title="Perwira" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perwira">perwira</a> menengah lainnya. Muncul kekuatan baru yang menyebut dirinya <a title="Orde Baru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orde_Baru">Orde Baru</a> yang segera menuduh <a title="Partai Komunis Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Komunis_Indonesia">Partai Komunis Indonesia</a> sebagai otak di belakang kejadian ini dan bermaksud menggulingkan pemerintahan yang sah serta mengganti ideologi nasional menjadi berdasarkan paham <a title="Sosialisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisme">sosialis</a>-<a title="Komunisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komunisme">komunis</a>. Tuduhan ini sekaligus dijadikan alasan untuk menggantikan pemerintahan lama di bawah Presiden <a title="Soekarno" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno">Soekarno</a>.</p>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Soekarno,_Hatta,_Sjahrir.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/6/6a/Soekarno%2C_Hatta%2C_Sjahrir.jpg/200px-Soekarno%2C_Hatta%2C_Sjahrir.jpg" alt="" width="200" height="148" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Soekarno,_Hatta,_Sjahrir.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p><a title="Hatta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hatta">Hatta</a>, <a title="Sukarno" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sukarno">Sukarno</a>, dan <a title="Sjahrir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sjahrir">Sjahrir</a>, tiga pendiri Indonesia</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Jenderal <a title="Soeharto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto">Soeharto</a> menjadi presiden pada tahun <a title="1967" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1967">1967</a> dengan alasan untuk mengamankan negara dari ancaman <a title="Komunisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komunisme">komunisme</a>. Sementara itu kondisi fisik Soekarno sendiri semakin melemah. Setelah Soeharto berkuasa, ratusan ribu warga Indonesia yang dicurigai terlibat pihak komunis dibunuh, sementara masih banyak lagi warga Indonesia yang sedang berada di luar negeri, tidak berani kembali ke tanah air, dan akhirnya dicabut <a title="Kewarganegaraan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kewarganegaraan">kewarganegaraannya</a>. Tiga puluh dua tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan <a title="Orde Baru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orde_Baru">Orde Baru</a>, sementara masa pemerintahan Soekarno disebut <a title="Orde Lama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orde_Lama">Orde Lama</a>.</p>
<p>Soeharto menerapkan ekonomi <a title="Neoliberalisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neoliberalisme">neoliberal</a> dan berhasil mendatangkan <a title="Investasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Investasi">investasi</a> luar negeri yang besar untuk masuk ke Indonesia dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar, meski tidak merata. Pada awal <a title="Rezim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rezim">rezim</a> Orde Baru kebijakan ekomomi Indonesia disusun oleh sekelompok ekonom lulusan Departemen Ekonomi <a title="Universitas California, Berkeley" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_California,_Berkeley">Universitas California, Berkeley</a>, yang dipanggil &#8220;<a title="Mafia Berkeley" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mafia_Berkeley">Mafia Berkeley</a>&#8220;.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-21">[22]</a></sup> Namun, Soeharto menambah kekayaannya dan keluarganya melalui praktik <a title="Korupsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Korupsi">korupsi</a>, <a title="Kolusi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kolusi">kolusi</a>, dan <a title="Nepotisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nepotisme">nepotisme</a> yang meluas dan dia akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi <a title="Demonstrasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Demonstrasi">demonstrasi</a> besar-besaran dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada tahun <a title="1998" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1998">1998</a>.</p>
<p>Dari 1998 hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga <a title="Daftar Presiden Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Presiden_Indonesia">presiden</a>: <a title="Habibie" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Habibie">Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie</a>, <a title="Abdurrahman Wahid" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abdurrahman_Wahid">Abdurrahman Wahid</a> dan <a title="Megawati Sukarnoputri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Megawati_Sukarnoputri">Megawati Sukarnoputri</a>. Pada tahun <a title="2004" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2004">2004</a> <a title="Pemilu 2004" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemilu_2004">pemilu</a> satu hari terbesar di dunia<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-22">[23]</a></sup> diadakan dan dimenangkan oleh <a title="Susilo Bambang Yudhoyono" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Susilo_Bambang_Yudhoyono">Susilo Bambang Yudhoyono</a>.</p>
<p>Indonesia kini sedang mengalami masalah-masalah ekonomi, politik dan <a title="Konflik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik">pertikaian</a> bernuansa agama di dalam negeri, dan beberapa daerah berusaha untuk mendapatkan kemerdekaan, terutama <a title="Papua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua">Papua</a>. <a title="Timor Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Timur">Timor Timur</a> akhirnya resmi memisahkan diri pada tahun <a title="1999" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1999">1999</a> setelah 24 tahun bersatu dengan Indonesia dan 3 tahun di bawah administrasi <a title="PBB" href="http://id.wikipedia.org/wiki/PBB">PBB</a> menjadi negara <a title="Timor Leste" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Leste">Timor Leste</a>.</p>
<p>Pada Desember <a title="2004" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2004">2004</a> dan Maret <a title="2005" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2005">2005</a>, <a title="Aceh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh">Aceh</a> dan <a title="Pulau Nias" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Nias">Nias</a> dilanda dua <a title="Gempa bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi">gempa bumi</a> besar yang totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa. (Lihat <em><a title="Gempa bumi Samudra Hindia 2004" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Samudra_Hindia_2004">Gempa bumi Samudra Hindia 2004</a></em> dan <em><a title="Gempa bumi Sumatra Maret 2005" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Sumatra_Maret_2005">Gempa bumi Sumatra Maret 2005</a></em>.) Kejadian ini disusul oleh <a title="Gempa bumi Yogyakarta Mei 2006" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Yogyakarta_Mei_2006">gempa bumi di Yogyakarta</a> dan <a title="Gempa bumi Jawa Juli 2006" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Jawa_Juli_2006">tsunami</a> yang menghantam <a title="Pantai Pangandaran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pantai_Pangandaran">Pantai Pangandaran</a> dan sekitarnya, serta <a title="Banjir lumpur panas Sidoarjo 2006" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir_lumpur_panas_Sidoarjo_2006">banjir lumpur</a> di <a title="Sidoarjo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sidoarjo">Sidoarjo</a> pada 2006 yang tidak kunjung terpecahkan.</p>
<h2>Politik dan pemerintahan</h2>
<div><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Politik Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik_Indonesia">Politik Indonesia</a></div>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Gedung_MPR-DPR.PNG"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/5/5f/Gedung_MPR-DPR.PNG/200px-Gedung_MPR-DPR.PNG" alt="" width="200" height="172" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Gedung_MPR-DPR.PNG"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Gedung MPR-DPR.</p>
</div>
</div>
</div>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Istana_Negara.JPG"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/9/98/Istana_Negara.JPG/200px-Istana_Negara.JPG" alt="" width="200" height="139" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Istana_Negara.JPG"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p><strong>Istana Negara</strong>, bagian dari Istana Kepresidenan Jakarta.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Indonesia menjalankan pemerintahan <a title="Republik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik">republik</a> <a title="Sistem presidensial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_presidensial">presidensial</a> multipartai yang <a title="Demokrasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi">demokratis</a>. Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada <a title="Pemisahan kekuasaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemisahan_kekuasaan">Trias Politika</a> yaitu kekuasaan <a title="Legislatif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Legislatif">legislatif</a>, <a title="Eksekutif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eksekutif">eksekutif</a> dan <a title="Yudikatif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yudikatif">yudikatif</a>. Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama <a title="Majelis Permusyawaratan Rakyat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Majelis_Permusyawaratan_Rakyat">Majelis Permusyawaratan Rakyat</a> (MPR).</p>
<p>MPR pernah menjadi <a title="Majelis Permusyawaratan Rakyat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Majelis_Permusyawaratan_Rakyat#Kedudukan">lembaga tertinggi negara</a> <a title="Sistem satu kamar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_satu_kamar">unikameral</a>, namun setelah <a title="Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_Keempat_Undang-Undang_Dasar_Negara_Republik_Indonesia_Tahun_1945">amandemen ke-4</a> MPR bukanlah lembaga tertinggi lagi, dan komposisi keanggotaannya juga berubah. MPR setelah amandemen UUD 1945, yaitu sejak <a title="2004" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2004">2004</a> menjelma menjadi lembaga <a title="Sistem dua kamar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_dua_kamar">bikameral</a> yang terdiri dari 560 anggota <a title="Dewan Perwakilan Rakyat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Perwakilan_Rakyat">Dewan Perwakilan Rakyat</a> (DPR) yang merupakan wakil rakyat melalui <a title="Partai Politik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Politik">Partai Politik</a>, ditambah dengan 132 anggota <a title="Dewan Perwakilan Daerah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Perwakilan_Daerah">Dewan Perwakilan Daerah</a> (DPD) yang merupakan wakil provinsi dari jalur <a title="Independen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Independen">independen</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-23">[24]</a></sup> Anggota DPR dan DPD dipilih melalui <a title="Pemilu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemilu">pemilu</a> dan dilantik untuk masa jabatan lima tahun. Sebelumnya, anggota MPR adalah seluruh anggota DPR ditambah <a title="Utusan golongan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Utusan_golongan">utusan golongan</a> dan <a title="Tentara Nasional Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tentara_Nasional_Indonesia">TNI</a>/<a title="Kepolisian Negara Republik Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepolisian_Negara_Republik_Indonesia">Polri</a>. MPR saat ini diketuai oleh <a title="Taufik Kiemas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taufik_Kiemas">Taufik Kiemas</a>. DPR saat ini diketuai oleh <a title="Marzuki Alie" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marzuki_Alie">Marzuki Alie</a>, sedangkan DPD saat ini diketuai oleh <a title="Irman Gusman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irman_Gusman">Irman Gusman</a>.</p>
<p>Lembaga eksekutif berpusat pada <a title="Presiden" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presiden">presiden</a>, <a title="Wakil presiden" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wakil_presiden">wakil presiden</a>, dan <a title="Kabinet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabinet">kabinet</a>. Kabinet di Indonesia adalah <a title="Kabinet (pemerintahan)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabinet_%28pemerintahan%29">Kabinet Presidensial</a> sehingga para menteri bertanggung jawab kepada presiden dan tidak mewakili partai politik yang ada di parlemen. Meskipun demikian, Presiden saat ini yakni <a title="Susilo Bambang Yudhoyono" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Susilo_Bambang_Yudhoyono">Susilo Bambang Yudhoyono</a> yang diusung oleh <a title="Partai Demokrat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Demokrat">Partai Demokrat</a> juga menunjuk sejumlah pemimpin <a title="Partai Politik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Politik">Partai Politik</a> untuk duduk di kabinetnya. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pemerintahan mengingat kuatnya posisi lembaga legislatif di Indonesia. Namun pos-pos penting dan strategis umumnya diisi oleh menteri tanpa portofolio partai (berasal dari seseorang yang dianggap ahli dalam bidangnya).</p>
<p>Lembaga Yudikatif sejak masa reformasi dan adanya amandemen UUD 1945 dijalankan oleh <a title="Mahkamah Agung Republik Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mahkamah_Agung_Republik_Indonesia">Mahkamah Agung</a>, <a title="Komisi Yudisial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Yudisial">Komisi Yudisial</a>, dan <a title="Mahkamah Konstitusi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mahkamah_Konstitusi">Mahkamah Konstitusi</a>, termasuk pengaturan administrasi para hakim. Meskipun demikian keberadaan <a title="Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Menteri_Hukum_dan_Hak_Asasi_Manusia_Republik_Indonesia">Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia</a> tetap dipertahankan.</p>
<h2>Pembagian administratif</h2>
<div><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Daftar provinsi Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_provinsi_Indonesia">Daftar provinsi Indonesia</a></div>
<div>
<div>
<div>
<div><a title="Aceh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh">Aceh</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Sumatera Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Utara">Sumatera<br />
Utara</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Sumatera Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Barat">Sumatera<br />
Barat</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Riau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Riau">Riau</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Kepulauan Riau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Riau">Kep.<br />
Riau</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Kepulauan Bangka Belitung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Bangka_Belitung">Kep. Bangka<br />
Belitung</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Jambi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jambi">Jambi</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Sumatera Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Selatan">Sumatera<br />
Selatan</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Bengkulu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bengkulu">Bengkulu</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Lampung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lampung">Lampung</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Banten" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Banten">Banten</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Daerah Khusus Ibukota Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta">DKI Jakarta</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Jawa Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat">Jawa<br />
Barat</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Jawa Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah">Jawa<br />
Tengah</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Daerah Istimewa Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta">DI Yogyakarta</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Jawa Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur">Jawa<br />
Timur</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Bali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bali">Bali</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Nusa Tenggara Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusa_Tenggara_Barat">Nusa Tenggara<br />
Barat</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Nusa Tenggara Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusa_Tenggara_Timur">Nusa Tenggara<br />
Timur</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Kalimantan Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Barat">Kalimantan<br />
Barat</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Kalimantan Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Tengah">Kalimantan<br />
Tengah</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Kalimantan Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timur">Kalimantan<br />
Timur</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Kalimantan Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Selatan">Kalimantan<br />
Selatan</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Sulawesi Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Utara">Sulawesi<br />
Utara</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Maluku Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maluku_Utara">Maluku<br />
Utara</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Sulawesi Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Tengah">Sulawesi<br />
Tengah</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Gorontalo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gorontalo">Gorontalo</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Sulawesi Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Barat">Sulawesi<br />
Barat</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Sulawesi Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Selatan">Sulawesi<br />
Selatan</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Sulawesi Tenggara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Tenggara">Sulawesi<br />
Tenggara</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Maluku" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maluku">Maluku</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Papua Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua_Barat">Papua<br />
Barat</a></div>
</div>
<div>
<div><a title="Papua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua">Papua</a></div>
</div>
</div>
</div>
<p>Indonesia saat ini terdiri dari 33 <a title="Provinsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi">provinsi</a>, lima di antaranya memiliki status yang berbeda. Provinsi dibagi menjadi <a title="Kabupaten" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten">kabupaten</a> dan <a title="Kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota">kota</a> yang dibagi lagi menjadi <a title="Kecamatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kecamatan">kecamatan</a> dan lagi menjadi <a title="Kelurahan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelurahan">kelurahan</a>, <a title="Desa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Desa">desa</a>, <a title="Gampong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gampong">gampong</a>, <a title="Kampung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kampung">kampung</a>, <a title="Nagari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nagari">nagari</a>, <a title="Pekon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pekon">pekon</a>, atau istilah lain yang diakomodasi oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang <a title="Pemerintahan Daerah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintahan_Daerah">Pemerintahan Daerah</a>. Tiap provinsi memiliki <a title="Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Perwakilan_Rakyat_Daerah_Provinsi">DPRD Provinsi</a> dan <a title="Gubernur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gubernur">gubernur</a>; sementara <a title="Kabupaten" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten">kabupaten</a> memiliki <a title="Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Perwakilan_Rakyat_Daerah_Kabupaten">DPRD Kabupaten</a> dan <a title="Bupati" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bupati">bupati</a>; kemudian <a title="Kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota">kota</a> memiliki <a title="Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Perwakilan_Rakyat_Daerah_Kota">DPRD Kota</a> dan <a title="Walikota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walikota">walikota</a>; semuanya dipilih langsung oleh rakyat melalui <a title="Pemilu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemilu">Pemilu</a> dan <a title="Pilkada" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pilkada">Pilkada</a>. Bagaimanapun di Jakarta tidak terdapat DPR Kabupaten atau Kota, karena Kabupaten Administrasi dan Kota Administrasi di Jakarta bukanlah daerah otonom.</p>
<p>Provinsi <a title="Aceh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh">Aceh</a>, <a title="Daerah Istimewa Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta">Daerah Istimewa Yogyakarta</a>, <a title="Papua Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua_Barat">Papua Barat</a>, dan <a title="Papua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua">Papua</a> memiliki hak istimewa legislatur yang lebih besar dan tingkat otonomi yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya. Contohnya, Aceh berhak membentuk sistem legal sendiri; pada tahun 2003, Aceh mulai menetapkan hukum <a title="Syariah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syariah">Syariah</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-24">[25]</a></sup> Yogyakarta mendapatkan status Daerah Istimewa sebagai pengakuan terhadap peran penting Yogyakarta dalam mendukung Indonesia selama Revolusi.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-25">[26]</a></sup> <a title="Provinsi Papua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi_Papua">Provinsi Papua</a>, sebelumnya disebut Irian Jaya, mendapat status otonomi khusus tahun 2001.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-26">[27]</a></sup> <a title="DKI Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DKI_Jakarta">DKI Jakarta</a>, adalah daerah khusus ibukota negara. <a title="Timor Portugis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Portugis">Timor Portugis</a> digabungkan ke dalam wilayah Indonesia dan menjadi provinsi <a title="Timor Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Timur">Timor Timur</a> pada 1979–1999, yang kemudian memisahkan diri melalui referendum menjadi Negara <a title="Timor Leste" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Leste">Timor Leste</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-27">[28]</a></sup></p>
<dl>
<dt>Provinsi di Indonesia dan ibukotanya</dt>
</dl>
<table>
<tbody>
<tr>
<td align="left" valign="top"><strong><a title="Sumatera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera">Sumatera</a></strong></p>
<ul>
<li><a title="Aceh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh">Aceh</a> &#8211; <a title="Banda Aceh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Banda_Aceh">Banda Aceh</a></li>
<li><a title="Sumatera Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Utara">Sumatera Utara</a> &#8211; <a title="Medan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medan">Medan</a></li>
<li><a title="Sumatera Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Barat">Sumatera Barat</a> &#8211; <a title="Padang, Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padang,_Indonesia">Padang</a></li>
<li><a title="Riau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Riau">Riau</a> &#8211; <a title="Pekanbaru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pekanbaru">Pekanbaru</a></li>
<li><a title="Kepulauan Riau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Riau">Kepulauan Riau</a> &#8211; <a title="Tanjung Pinang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanjung_Pinang">Tanjung Pinang</a></li>
<li><a title="Jambi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jambi">Jambi</a> &#8211; <a title="Jambi (kota)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jambi_%28kota%29">Jambi</a></li>
<li><a title="Sumatera Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Selatan">Sumatera Selatan</a> &#8211; <a title="Palembang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palembang">Palembang</a></li>
<li><a title="Kepulauan Bangka Belitung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Bangka_Belitung">Kepulauan Bangka Belitung</a> &#8211; <a title="Pangkal Pinang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pangkal_Pinang">Pangkal Pinang</a></li>
<li><a title="Bengkulu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bengkulu">Bengkulu</a> &#8211; <a title="Bengkulu (kota)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bengkulu_%28kota%29">Bengkulu</a></li>
<li><a title="Lampung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lampung">Lampung</a> &#8211; <a title="Bandar Lampung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_Lampung">Bandar Lampung</a></li>
</ul>
<p><strong><a title="Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a></strong></p>
<ul>
<li><a title="Daerah Khusus Ibukota Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta">Daerah Khusus Ibukota Jakarta</a> &#8211; Jakarta</li>
<li><a title="Banten" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Banten">Banten</a> &#8211; <a title="Serang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serang">Serang</a></li>
<li><a title="Jawa Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat">Jawa Barat</a> &#8211; <a title="Bandung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung">Bandung</a></li>
<li><a title="Jawa Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah">Jawa Tengah</a> &#8211; <a title="Semarang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Semarang">Semarang</a></li>
<li><a title="Daerah Istimewa Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta">Daerah Istimewa Yogyakarta</a> &#8211; <a title="Yogyakarta (kota)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta_%28kota%29">Yogyakarta</a></li>
<li><a title="Jawa Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur">Jawa Timur</a> &#8211; <a title="Surabaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surabaya">Surabaya</a></li>
</ul>
<p><strong><a title="Kepulauan Sunda Kecil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Sunda_Kecil">Kepulauan Sunda Kecil</a></strong></p>
<ul>
<li><a title="Bali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bali">Bali</a> &#8211; <a title="Denpasar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Denpasar">Denpasar</a></li>
<li><a title="Nusa Tenggara Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusa_Tenggara_Barat">Nusa Tenggara Barat</a> &#8211; <a title="Mataram" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mataram">Mataram</a></li>
<li><a title="Nusa Tenggara Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusa_Tenggara_Timur">Nusa Tenggara Timur</a> &#8211; <a title="Kupang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kupang">Kupang</a></li>
</ul>
</td>
<td align="left" valign="top"><strong><a title="Kalimantan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan">Kalimantan</a></strong></p>
<ul>
<li><a title="Kalimantan Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Barat">Kalimantan Barat</a> &#8211; <a title="Pontianak, Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pontianak,_Indonesia">Pontianak</a></li>
<li><a title="Kalimantan Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Tengah">Kalimantan Tengah</a> &#8211; <a title="Palangkaraya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palangkaraya">Palangkaraya</a></li>
<li><a title="Kalimantan Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Selatan">Kalimantan Selatan</a> &#8211; <a title="Banjarmasin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Banjarmasin">Banjarmasin</a></li>
<li><a title="Kalimantan Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timur">Kalimantan Timur</a> &#8211; <a title="Samarinda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samarinda">Samarinda</a></li>
</ul>
<p><strong><a title="Sulawesi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi">Sulawesi</a></strong></p>
<ul>
<li><a title="Sulawesi Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Utara">Sulawesi Utara</a> &#8211; <a title="Manado" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manado">Manado</a></li>
<li><a title="Gorontalo (provinsi)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gorontalo_%28provinsi%29">Gorontalo</a> &#8211; <a title="Gorontalo (kota)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gorontalo_%28kota%29">Gorontalo</a></li>
<li><a title="Sulawesi Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Tengah">Sulawesi Tengah</a> &#8211; <a title="Palu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palu">Palu</a></li>
<li><a title="Sulawesi Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Barat">Sulawesi Barat</a> &#8211; <a title="Mamuju" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mamuju">Mamuju</a></li>
<li><a title="Sulawesi Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Selatan">Sulawesi Selatan</a> &#8211; <a title="Makassar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makassar">Makassar</a></li>
<li><a title="Sulawesi Tenggara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Tenggara">Sulawesi Tenggara</a> &#8211; <a title="Kendari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kendari">Kendari</a></li>
</ul>
<p><strong><a title="Maluku" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maluku">Maluku</a></strong></p>
<ul>
<li><a title="Provinsi Maluku" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi_Maluku">Maluku</a> &#8211; <a title="Ambon, Maluku" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ambon,_Maluku">Ambon</a></li>
<li><a title="Maluku Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maluku_Utara">Maluku Utara</a> &#8211; <a title="Ternate" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ternate">Ternate</a></li>
</ul>
<p><strong><a title="Papua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua">Papua</a></strong></p>
<ul>
<li><a title="Papua Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua_Barat">Papua Barat</a> &#8211; <a title="Manokwari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manokwari">Manokwari</a></li>
<li><a title="Provinsi Papua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi_Papua">Papua</a> &#8211; <a title="Jayapura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jayapura">Jayapura</a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2>Geografi</h2>
<div><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Geografi Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi_Indonesia">Geografi Indonesia</a></div>
<p><em>Lihat pula: <a title="Asia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia#Peta">Peta Asia</a> dan <a title="Jumlah pulau di Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jumlah_pulau_di_Indonesia">Jumlah pulau di Indonesia</a></em></p>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Waterfall_Madakaripura_B.JPG"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/da/Waterfall_Madakaripura_B.JPG/150px-Waterfall_Madakaripura_B.JPG" alt="" width="150" height="226" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Waterfall_Madakaripura_B.JPG"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Sebuah <a title="Air terjun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air_terjun">air terjun</a>, di <a title="Taman Nasional Bromo Tengger Semeru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Bromo_Tengger_Semeru">Taman Nasional Bromo Tengger Semeru</a>, <a title="Lumbang, Probolinggo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lumbang,_Probolinggo">Lumbang, Probolinggo</a>, <a title="Jawa Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur">Jawa Timur</a></p>
</div>
</div>
</div>
<p>Indonesia adalah <a title="Negara kepulauan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negara_kepulauan">negara kepulauan</a> di <a title="Asia Tenggara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara">Asia Tenggara</a><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-28">[29]</a></sup> yang memiliki 17.504 pulau besar dan kecil, sekitar 6.000 di antaranya tidak berpenghuni<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-Indonesia_Regions-29">[30]</a></sup>, yang menyebar disekitar <a title="Khatulistiwa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khatulistiwa">khatulistiwa</a>, yang memberikan cuaca tropis. Posisi Indonesia terletak pada koordinat 6°<a title="LU" href="http://id.wikipedia.org/wiki/LU">LU</a> &#8211; 11°08&#8242;<a title="LS" href="http://id.wikipedia.org/wiki/LS">LS</a> dan dari 95°&#8217;<a title="BB" href="http://id.wikipedia.org/wiki/BB">BB</a> &#8211; 141°45&#8242;<a title="BT" href="http://id.wikipedia.org/wiki/BT">BT</a> serta terletak di antara dua <a title="Benua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Benua">benua</a> yaitu benua <a title="Asia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia">Asia</a> dan benua <a title="Australia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia">Australia</a>/<a title="Oseania" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oseania">Oseania</a>.</p>
<p>Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara <a title="Samudra Hindia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Hindia">Samudra Hindia</a> dan <a title="Samudra Pasifik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Pasifik">Samudra Pasifik</a>. Luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km² dan luas perairannya 3.257.483 km². Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, dimana setengah populasi Indonesia bermukim. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: <a title="Pulau Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Jawa">Jawa</a> dengan luas 132.107 km², <a title="Sumatera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera">Sumatera</a> dengan luas 473.606 km², <a title="Pulau Kalimantan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Kalimantan">Kalimantan</a> dengan luas 539.460 km², <a title="Sulawesi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi">Sulawesi</a> dengan luas 189.216 km², dan <a title="Pulau Papua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Papua">Papua</a> dengan luas 421.981 km². Batas wilayah Indonesia diukur dari kepulauan dengan mengunakan territorial laut: 12 <a title="Mil laut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mil_laut">mil laut</a> serta zona ekonomi eksklusif: 200 <a title="Mil laut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mil_laut">mil laut</a>,<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-30">[31]</a></sup> searah penjuru mata angin, yaitu:</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="#f2f2f2"><a title="Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Utara">Utara</a></td>
<td>Negara <a title="Malaysia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia">Malaysia</a> dengan perbatasan sepanjang 1.782 km<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-Indonesia_Regions-29">[30]</a></sup>, <a title="Singapura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singapura">Singapura</a>, <a title="Filipina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Filipina">Filipina</a>, dan <a title="Laut Cina Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laut_Cina_Selatan">Laut Cina Selatan</a></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#f2f2f2"><a title="Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selatan">Selatan</a></td>
<td>Negara <a title="Australia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia">Australia</a>, <a title="Timor Leste" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Leste">Timor Leste</a>, dan <a title="Samudra Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Indonesia">Samudra Indonesia</a></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#f2f2f2"><a title="Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Barat">Barat</a></td>
<td><a title="Samudra Hindia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Hindia">Samudra Indonesia</a></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#f2f2f2"><a title="Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timur">Timur</a></td>
<td>Negara <a title="Papua Nugini" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua_Nugini">Papua Nugini</a> dengan perbatasan sepanjang 820 km<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-Indonesia_Regions-29">[30]</a></sup>, <a title="Timor Leste" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Leste">Timor Leste</a>, dan <a title="Samudra Pasifik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Pasifik">Samudra Pasifik</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h3>Sumber daya alam</h3>
<p><a title="Sumber daya alam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_alam">Sumber daya alam</a> Indonesia berupa <a title="Minyak bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_bumi">minyak bumi</a>, <a title="Timah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timah">timah</a>, <a title="Gas alam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_alam">gas alam</a>, <a title="Nikel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nikel">nikel</a>, <a title="Kayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kayu">kayu</a>, <a title="Bauksit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bauksit">bauksit</a>, <a title="Tanah subur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanah_subur">tanah subur</a>, <a title="Batu bara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batu_bara">batu bara</a>, <a title="Emas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Emas">emas</a>, dan <a title="Perak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perak">perak</a> dengan pembagian lahan terdiri dari tanah <a title="Pertanian" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian">pertanian</a> sebesar 10%, <a title="Perkebunan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perkebunan">perkebunan</a> sebesar 7%, <a title="Padang rumput" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padang_rumput">padang rumput</a> sebesar 7%, <a title="Hutan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hutan">hutan</a> dan daerah berhutan sebesar 62%, dan lainnya sebesar 14% dengan lahan <a title="Irigasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irigasi">irigasi</a> seluas 45.970 km<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-Indonesia:_environment_and_development-31">[32]</a></sup></p>
<h2>Ekonomi</h2>
<div><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Ekonomi Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_Indonesia">Ekonomi Indonesia</a></div>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Indonesian_Rupiah_%28IDR%29_banknotes.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ec/Indonesian_Rupiah_%28IDR%29_banknotes.jpg/200px-Indonesian_Rupiah_%28IDR%29_banknotes.jpg" alt="" width="200" height="135" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Indonesian_Rupiah_%28IDR%29_banknotes.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Uang <a title="Rupiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rupiah">rupiah</a></p>
</div>
</div>
</div>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Imfinfo1.JPG"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/86/Imfinfo1.JPG/200px-Imfinfo1.JPG" alt="" width="200" height="150" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Imfinfo1.JPG"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Protes melawan <a title="IMF" href="http://id.wikipedia.org/wiki/IMF">IMF</a>, organisasi yang terlibat dalam proses pemulihan ekonomi Indonesia, di <a title="Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a>.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Sistem ekonomi Indonesia awalnya didukung dengan diluncurkannya <a title="Oeang Repoeblik Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oeang_Repoeblik_Indonesia">Oeang Repoeblik Indonesia (ORI)</a> yang menjadi mata uang pertama Republik Indonesia, yang selanjutnya berganti menjadi Rupiah.</p>
<p>Pada masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem ekonomi kapitalis, namun juga memadukannya dengan nasionalisme ekonomi. Pemerintah yang belum berpengalaman, masih ikut campur tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi masyarakat banyak. Hal tersebut, ditambah pula kemelut politik, mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan pada ekonomi negara.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-SCHWARZ-32">[33]</a></sup></p>
<p>Pemerintahaan Orde Baru segera menerapkan disiplin ekonomi yang bertujuan menekan <a title="Inflasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi">inflasi</a>, menstabilkan mata uang, penjadualan ulang <a title="Hutang luar negeri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hutang_luar_negeri">hutang luar negeri</a>, dan berusaha menarik bantuan dan investasi asing.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-SCHWARZ-32">[33]</a></sup> Pada era tahun 1970-an harga <a title="Minyak bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_bumi">minyak bumi</a> yang meningkat menyebabkan melonjaknya nilai ekspor, dan memicu tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata yang tinggi sebesar 7% antara tahun 1968 sampai 1981.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-SCHWARZ-32">[33]</a></sup> Reformasi ekonomi lebih lanjut menjelang akhir tahun 1980-an, antara lain berupa deregulasi sektor keuangan dan pelemahan nilai rupiah yang terkendali,<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-SCHWARZ-32">[33]</a></sup> selanjutnya mengalirkan investasi asing ke Indonesia khususnya pada industri-industri berorientasi ekspor pada antara tahun 1989 sampai 1997<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-33">[34]</a></sup> Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun <a title="1990-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1990-an">1990-an</a> akibat <a title="Krisis finansial Asia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Krisis_finansial_Asia">krisis ekonomi</a> yang melanda sebagian besar <a title="Asia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia">Asia</a> pada saat itu,<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-34">[35]</a></sup> yang disertai pula berakhirnya masa Orde Baru dengan pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998.</p>
<p>Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan <a title="PDB" href="http://id.wikipedia.org/wiki/PDB">PDB Indonesia</a> tahun 2004 dan 2005 melebihi 5% dan diperkirakan akan terus berlanjut.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-35">[36]</a></sup> Namun demikian, dampak pertumbuhan itu belum cukup besar dalam mempengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-36">[37]</a></sup><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-37">[38]</a></sup> Perkiraan tahun 2006, sebanyak 17,8% masyarakat hidup di bawah <a title="Garis kemiskinan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garis_kemiskinan">garis kemiskinan</a>, dan terdapat 49,0% masyarakat yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$ 2 per hari.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-38">[39]</a></sup></p>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Bank_Indonesia_headquarters.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3f/Bank_Indonesia_headquarters.jpg/150px-Bank_Indonesia_headquarters.jpg" alt="" width="150" height="212" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Bank_Indonesia_headquarters.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Gedung pusat <a title="Bank Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bank_Indonesia">Bank Indonesia</a>.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Indonesia mempunyai <a title="Sumber daya alam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_alam">sumber daya alam</a> yang besar di luar <a title="Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a>, termasuk <a title="Minyak mentah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_mentah">minyak mentah</a>, <a title="Gas alam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_alam">gas alam</a>, <a title="Timah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timah">timah</a>, <a title="Tembaga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tembaga">tembaga</a>, dan <a title="Emas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Emas">emas</a>. Indonesia pengekspor gas alam terbesar kedua di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mulai menjadi pengimpor bersih <a title="Minyak mentah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_mentah">minyak mentah</a>. Hasil pertanian yang utama termasuk <a title="Beras" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Beras">beras</a>, <a title="Teh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teh">teh</a>, <a title="Kopi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kopi">kopi</a>, <a title="Rempah-rempah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rempah-rempah">rempah-rempah</a>, dan <a title="Karet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karet">karet</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-indoCIA-39">[40]</a></sup> <a title="Jasa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jasa">Sektor jasa</a> adalah penyumbang terbesar PDB, yang mencapai 45,3% untuk PDB 2005. Sedangkan <a title="Industri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Industri">sektor industri</a> menyumbang 40,7%, dan <a title="Pertanian" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian">sektor pertanian</a> menyumbang 14,0%.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-40">[41]</a></sup> Meskipun demikian, sektor pertanian mempekerjakan lebih banyak orang daripada sektor-sektor lainnya, yaitu 44,3% dari 95 juta orang tenaga kerja. Sektor jasa mempekerjakan 36,9%, dan sisanya sektor industri sebesar 18,8%.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-41">[42]</a></sup></p>
<p>Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah <a title="Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a>, <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a>, dan negara-negara jirannya yaitu <a title="Malaysia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia">Malaysia</a>, <a title="Singapura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singapura">Singapura</a> dan <a title="Australia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia">Australia</a>.</p>
<p>Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan oleh <a title="Korupsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Korupsi">korupsi</a> yang merajalela dalam pemerintahan. Lembaga <a title="Transparency International" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Transparency_International">Transparency International</a> menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-143 dari 180 negara dalam <a title="Indeks Persepsi Korupsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indeks_Persepsi_Korupsi">Indeks Persepsi Korupsi</a>, yang dikeluarkannya pada tahun 2007.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-42">[43]</a></sup></p>
<h2>Peringkat internasional</h2>
<table>
<tbody>
<tr>
<th>Organisasi</th>
<th>Nama Survey</th>
<th>Peringkat</th>
</tr>
<tr>
<td><a title="Heritage Foundation" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Heritage_Foundation">Heritage Foundation</a>/<em><a title="The Wall Street Journal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/The_Wall_Street_Journal">The Wall Street Journal</a></em></td>
<td><a title="Index of Economic Freedom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Index_of_Economic_Freedom#Current_ratings">Indeks Kebebasan Ekonomi</a></td>
<td>110 dari 157<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-43">[44]</a></sup></td>
</tr>
<tr>
<td><em><a title="The Economist" href="http://id.wikipedia.org/wiki/The_Economist">The Economist</a></em></td>
<td><a title="Indeks Kualitas Hidup" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indeks_Kualitas_Hidup">Indeks Kualitas Hidup</a></td>
<td>71 dari 111<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-44">[45]</a></sup></td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Reporters Without Borders" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reporters_Without_Borders">Reporters Without Borders</a></td>
<td><a title="Reporters Without Borders" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reporters_Without_Borders#Worldwide_press_freedom_index">Indeks Kebebasan Pers</a></td>
<td>103 dari 168<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-45">[46]</a></sup></td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Transparency International" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Transparency_International">Transparency International</a></td>
<td><a title="Indeks Persepsi Korupsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indeks_Persepsi_Korupsi">Indeks Persepsi Korupsi</a></td>
<td>143 dari 179<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-46">[47]</a></sup></td>
</tr>
<tr>
<td><a title="United Nations Development Programme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/United_Nations_Development_Programme">United Nations Development Programme</a></td>
<td><a title="Daftar negara menurut Indeks Pembangunan Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_Indeks_Pembangunan_Manusia">Indeks Pembangunan Manusia</a></td>
<td>108 dari 177<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-47">[48]</a></sup></td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Forum Ekonomi Dunia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Forum_Ekonomi_Dunia">Forum Ekonomi Dunia</a></td>
<td><a title="Laporan Daya Saing Global" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laporan_Daya_Saing_Global">Laporan Daya Saing Global</a></td>
<td>51 dari 122<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-48">[49]</a></sup></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2>Demografi</h2>
<div><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Demografi Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Demografi_Indonesia">Demografi Indonesia</a></div>
<p>Menurut sensus penduduk 2000, Indonesia memiliki populasi sekitar 206 juta,<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-bps2000-49">[50]</a></sup> dan diperkirakan pada tahun 2006 berpenduduk 222 juta.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-autogenerated1-3">[4]</a></sup> 130 juta (lebih dari 50%) tinggal di <a title="Pulau Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Jawa">Pulau Jawa</a> yang merupakan pulau berpenduduk terbanyak sekaligus pulau dimana ibukota <a title="Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a> berada.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-50">[51]</a></sup> Sebagian besar (95%) penduduk Indonesia adalah <a title="Austronesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Austronesia#Asal_usul_bangsa_Austronesia">Bangsa Austronesia</a>, dan terdapat juga kelompok-kelompok suku <a title="Melanesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Melanesia">Melanesia</a>, <a title="Polinesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polinesia">Polinesia</a>, dan <a title="Mikronesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mikronesia">Mikronesia</a> terutama di Indonesia bagian Timur. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya <a title="Suku Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Jawa">Jawa</a>, <a title="Suku Sunda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Sunda">Sunda</a>, <a title="Suku Madura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Madura">Madura</a>, <a title="Suku Batak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Batak">Batak</a>, dan <a title="Suku Minangkabau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Minangkabau">Minangkabau</a>.</p>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:IslamicCenter1.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/33/IslamicCenter1.jpg/180px-IslamicCenter1.jpg" alt="" width="180" height="119" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:IslamicCenter1.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p><a title="Masjid Islamic Center Samarinda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Islamic_Center_Samarinda">Masjid Islamic Center Samarinda</a> di <a title="Samarinda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samarinda">Samarinda</a>, <a title="Kalimantan Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timur">Kalimantan Timur</a>.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Selain itu juga ada penduduk pendatang yang jumlahnya minoritas diantaranya adalah etnis <a title="Tionghoa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa">Tionghoa</a>, <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a>, dan <a title="Bangsa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa_Arab">Arab</a>. Mereka sudah lama datang ke Nusantara melalui perdagangan sejak abad ke 8 M dan menetap menjadi bagian dari Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 4 juta populasi etnis Tionghoa.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-eiu-51">[52]</a></sup> Angka ini berbeda-beda karena hanya pada tahun 1930 dan 2000 pemerintah melakukan sensus dengan menggolong-golongkan masyarakat Indonesia ke dalam suku bangsa dan keturunannya.</p>
<p><a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a> adalah <a title="Agama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama">agama</a> mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-indoCIA-39">[40]</a></sup> Sisanya beragama <a title="Protestan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protestan">Protestan</a> (8,9%), <a title="Katolik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Katolik">Katolik</a> (3%), <a title="Hindu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindu">Hindu</a> (1,8%), <a title="Buddha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buddha">Buddha</a> (0,8%), dan lain-lain (0,3%). Selain agama-agama tersebut, pemerintah Indonesia juga secara resmi mengakui <a title="Agama Konghucu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_Konghucu">Konghucu</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-Yang-52">[53]</a></sup></p>
<p>Kebanyakan penduduk Indonesia bertutur dalam <a title="Bahasa daerah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_daerah">bahasa daerah</a> sebagai <a title="Bahasa ibu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_ibu">bahasa ibu</a>, namun <a title="Bahasa resmi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_resmi">bahasa resmi</a> negara, yaitu <a title="Bahasa Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia">bahasa Indonesia</a>, diajarkan di seluruh sekolah-sekolah di negara ini dan dikuasai oleh hampir seluruh penduduk Indonesia.</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="1" width="100%" align="center">
<tbody>
<tr>
<th align="left"> <a title="Templat:Kota besar di Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Templat:Kota_besar_di_Indonesia">l</a> • <a title="Pembicaraan Templat:Kota besar di Indonesia (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pembicaraan_Templat:Kota_besar_di_Indonesia&amp;action=edit&amp;redlink=1">b</a> • <a rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Templat:Kota_besar_di_Indonesia&amp;action=edit">s</a></th>
<th colspan="8" align="left"> <a title="Daftar kota di Indonesia menurut jumlah penduduk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kota_di_Indonesia_menurut_jumlah_penduduk">Kota-kota besar</a> di <strong>Indonesia</strong></th>
</tr>
<tr>
<th width="2%"></th>
<th width="16%">Kota</th>
<th width="16%">Provinsi</th>
<th width="10%">Populasi</th>
<th width="15%"></th>
<th width="2%"></th>
<th width="16%">Kota</th>
<th width="16%">Provinsi</th>
<th width="10%">Populasi</th>
</tr>
<tr>
<td>1</td>
<td align="left"><strong><a title="Daerah Khusus Ibukota Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta">Jakarta</a></strong></td>
<td align="left"><a title="DKI Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DKI_Jakarta">DKI Jakarta</a></td>
<td>8.839.247</td>
<th rowspan="10" align="center"><a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Jakarta_Skyline_%28Resize%29.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/cf/Jakarta_Skyline_%28Resize%29.jpg/150px-Jakarta_Skyline_%28Resize%29.jpg" alt="Indonesia" width="150" height="98" /></a><br />
<strong>Indonesia</strong></th>
<td>7</td>
<td align="left"><strong><a title="Kota Semarang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Semarang">Semarang</a></strong></td>
<td align="left"><a title="Jawa Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah">Jawa Tengah</a></td>
<td>1.352.869</td>
</tr>
<tr>
<td>2</td>
<td align="left"><strong><a title="Kota Surabaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Surabaya">Surabaya</a></strong></td>
<td align="left"><a title="Jawa Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur">Jawa Timur</a></td>
<td>2.611.506</td>
<td>8</td>
<td align="left"><strong><a title="Kota Depok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Depok">Depok</a></strong></td>
<td align="left"><a title="Jawa Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat">Jawa Barat</a></td>
<td>1.339.263</td>
</tr>
<tr>
<td>3</td>
<td align="left"><strong><a title="Kota Bandung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bandung">Bandung</a></strong></td>
<td align="left"><a title="Jawa Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat">Jawa Barat</a></td>
<td>2.288.570</td>
<td>9</td>
<td align="left"><strong><a title="Kota Palembang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Palembang">Palembang</a></strong></td>
<td align="left"><a title="Sumatra Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra_Selatan">Sumatra Selatan</a></td>
<td>1.323.169</td>
</tr>
<tr>
<td>4</td>
<td align="left"><strong><a title="Kota Medan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Medan">Medan</a></strong></td>
<td align="left"><a title="Sumatra Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra_Utara">Sumatra Utara</a></td>
<td>2.029.797</td>
<td>10</td>
<td align="left"><strong><a title="Kota Makassar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Makassar">Makassar</a></strong></td>
<td align="left"><a title="Sulawesi Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Selatan">Sulawesi Selatan</a></td>
<td>1.168.258</td>
</tr>
<tr>
<td>5</td>
<td align="left"><strong><a title="Kota Bekasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bekasi">Bekasi</a></strong></td>
<td align="left"><a title="Jawa Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat">Jawa Barat</a></td>
<td>1.940.308</td>
<td>11</td>
<td align="left"><strong><a title="Kota Bogor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bogor">Bogor</a></strong></td>
<td align="left"><a title="Jawa Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat">Jawa Barat</a></td>
<td>891.467</td>
</tr>
<tr>
<td>6</td>
<td align="left"><strong><a title="Kota Tangerang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tangerang">Tangerang</a></strong></td>
<td align="left"><a title="Banten" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Banten">Banten</a></td>
<td>1.451.595</td>
<td>12</td>
<td align="left"><strong><a title="Kota Bandar Lampung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bandar_Lampung">Bandar Lampung</a></strong></td>
<td align="left"><a title="Lampung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lampung">Lampung</a></td>
<td>790.057</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="11" align="left"><strong>Sumber:</strong> <a rel="nofollow" href="http://www.citypopulation.de/Indonesia.html">[3]</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2>Kebudayaan dan warisan</h2>
<div><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Budaya Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia">Budaya Indonesia</a></div>
<h3>Pertunjukan</h3>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:WayangKulit_Scene_Zoom.JPG"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3b/WayangKulit_Scene_Zoom.JPG/150px-WayangKulit_Scene_Zoom.JPG" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:WayangKulit_Scene_Zoom.JPG"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p><a title="Wayang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wayang">Wayang kulit</a> warisan budaya Jawa.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Indonesia memiliki sekitar 300 kelompok etnis, tiap etnis memiliki warisan budaya yang berkembang selama berabad-abad, dipengaruhi oleh kebudayaan India, Arab, Cina, Eropa, dan termasuk kebudayaan sendiri yaitu <a title="Melayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Melayu">Melayu</a>. Contohnya tarian <a title="Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a> dan <a title="Bali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bali">Bali</a> tradisional memiliki aspek budaya dan mitologi Hindu, seperti <a title="Wayang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wayang">wayang kulit</a> yang menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis Hindu <a title="Ramayana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ramayana">Ramayana</a> dan <a title="Baratayuda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Baratayuda">Baratayuda</a>. Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a>. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah <a title="Sumatera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera">Sumatera</a> seperti tari <a title="Tari Ratéb Meuseukat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Rat%C3%A9b_Meuseukat">Ratéb Meuseukat</a> dan tari <a title="Tari Seudati" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Seudati">Seudati</a> dari <a title="Aceh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh">Aceh</a>.</p>
<p>Seni <a title="Pantun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pantun">pantun</a>, <a title="Gurindam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gurindam">gurindam</a>, dan sebagainya dari pelbagai daerah seperti pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya acapkali dipergunakan dalam acara-acara tertentu yaitu <a title="Perhelatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perhelatan">perhelatan</a>, pentas seni, dan lain-lain.</p>
<h3>Busana</h3>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Aesan_Gede_Songket_Palembang.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/5c/Aesan_Gede_Songket_Palembang.jpg/150px-Aesan_Gede_Songket_Palembang.jpg" alt="" width="150" height="313" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Aesan_Gede_Songket_Palembang.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Seorang gadis <a title="Palembang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palembang">Palembang</a> tengah mengenakan <a title="Songket" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Songket">Songket</a>, salah satu busana tradisional Indonesia.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Di bidang busana warisan budaya yang terkenal di seluruh dunia adalah kerajinan <a title="Batik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batik">batik</a>. Beberapa daerah yang terkenal akan industri batik meliputi <a title="Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta">Yogyakarta</a>, <a title="Kota Surakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Surakarta">Surakarta</a>, <a title="Cirebon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cirebon">Cirebon</a>, <a title="Pandeglang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pandeglang">Pandeglang</a>, <a title="Garut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garut">Garut</a>, <a title="Kabupaten Tasikmalaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Tasikmalaya">Tasikmalaya</a> dan juga <a title="Kabupaten Pekalongan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Pekalongan">Pekalongan</a>. Kerajinan batik ini pun diklaim oleh negara lain dengan industri batiknya.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-53">[54]</a></sup> Busana asli Indonesia dari <a title="Sabang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sabang">Sabang</a> sampai <a title="Merauke" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Merauke">Merauke</a> lainnya dapat dikenali dari ciri-cirinya yang dikenakan di setiap daerah antara lain <a title="Baju kurung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Baju_kurung">baju kurung</a> dengan <a title="Songket" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Songket">songketnya</a> dari <a title="Sumatera Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Barat">Sumatera Barat</a> (<a title="Minangkabau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minangkabau">Minangkabau</a>), kain <a title="Ulos" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ulos">ulos</a> dari <a title="Sumatra Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra_Utara">Sumatra Utara</a> (<a title="Batak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batak">Batak</a>), busana <a title="Kebaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebaya">kebaya</a>, busana khas <a title="Dayak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dayak">Dayak</a> di <a title="Kalimantan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan">Kalimantan</a>, <a title="Baju bodo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Baju_bodo">baju bodo</a> dari <a title="Sulawesi Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Selatan">Sulawesi Selatan</a>, busana ber<a title="Koteka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Koteka">koteka</a> dari <a title="Papua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua">Papua</a> dan sebagainya.</p>
<h3>Arsitektur</h3>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Hindu_Temple_in_Java_,_Indonesia.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/32/Hindu_Temple_in_Java_%2C_Indonesia.jpg/150px-Hindu_Temple_in_Java_%2C_Indonesia.jpg" alt="" width="150" height="199" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Hindu_Temple_in_Java_,_Indonesia.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Lukisan <a title="Candi Prambanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Prambanan">Candi Prambanan</a> yang berasal dari masa pemerintahan <a title="Raffles" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Raffles">Raffles</a>.</p>
</div>
</div>
</div>
<p><a title="Arsitektur Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_Indonesia">Arsitektur Indonesia</a> mencerminkan keanekaragaman <a title="Budaya Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia">budaya</a>, <a title="Sejarah Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia">sejarah</a>, dan <a title="Geografi Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi_Indonesia">geografi</a> yang membentuk Indonesia seutuhnya. Kaum penyerang, penjajah, penyebar agama, pedagang, dan saudagar membawa perubahan budaya dengan memberi dampak pada gaya dan teknik bangunan. Tradisionalnya, pengaruh arsitektur asing yang paling kuat adalah dari India. Tetapi, Cina, Arab, dan sejak abad ke-19 pengaruh Eropa menjadi cukup dominan.</p>
<p>Ciri khas arsitektur Indonesia kuno masih dapat dilihat melalui rumah-rumah adat dan/atau istana-istana kerajaan dari tiap-tiap provinsi. <a title="Taman Mini Indonesia Indah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Mini_Indonesia_Indah">Taman Mini Indonesia Indah</a>, salah satu objek wisata di Jakarta yang menjadi miniatur Indonesia, menampilkan keanekaragaman arsitektur Indonesia itu. Beberapa bangunan khas Indonesia misalnya <a title="Rumah Gadang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_Gadang">Rumah Gadang</a>, <a title="Monumen Nasional" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Monumen_Nasional">Monumen Nasional</a>, dan Bangunan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan di <a title="Institut Teknologi Bandung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Institut_Teknologi_Bandung">Institut Teknologi Bandung</a>.</p>
<h3>Olahraga</h3>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Badminton_Beijing_2008_Lu_Lan_vs_Yulianti.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/50/Badminton_Beijing_2008_Lu_Lan_vs_Yulianti.jpg/150px-Badminton_Beijing_2008_Lu_Lan_vs_Yulianti.jpg" alt="" width="150" height="221" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Badminton_Beijing_2008_Lu_Lan_vs_Yulianti.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p><a title="Maria Kristin Yulianti" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maria_Kristin_Yulianti">Maria Kristin Yulianti</a> (merah), peraih <a title="Medali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medali">medali</a> <a title="Perunggu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perunggu">perunggu</a> pada <a title="Olimpiade Beijing 2008" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Olimpiade_Beijing_2008">Olimpiade Beijing 2008</a></p>
</div>
</div>
</div>
<p>Olahraga yang paling populer di Indonesia adalah <a title="Bulu tangkis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bulu_tangkis">bulu tangkis</a> dan <a title="Sepak bola" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sepak_bola">sepak bola</a>; <a title="Liga Super Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Liga_Super_Indonesia">Liga Super Indonesia</a> adalah liga klub sepak bola utama di Indonesia. Olahraga tradisional termasuk <a title="Sepak takraw" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sepak_takraw">sepak takraw</a> dan <a title="Karapan sapi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karapan_sapi">karapan sapi</a> di <a title="Madura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madura">Madura</a>. Di wilayah dengan sejarah perang antar suku, kontes pertarungan diadakan, seperti <em>caci</em> di <a title="Flores" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Flores">Flores</a>, dan <a title="Pasola" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasola">pasola</a> di <a title="Sumba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumba">Sumba</a>. <a title="Pencak silat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pencak_silat">Pencak silat</a> adalah seni bela diri yang unik yang berasal dari wilayah Indonesia. Seni bela diri ini kadang-kadang ditampilkan pada acara-acara pertunjukkan yang biasanya diikuti dengan musik tradisional Indonesia berupa <a title="Gamelan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gamelan">gamelan</a> dan seni musik tradisional lainnya sesuai dengan daerah asalnya. Olahraga di Indonesia biasanya berorientasi pada pria dan olahraga spektator sering berhubungan dengan judi yang ilegal di Indonesia.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-54">[55]</a></sup></p>
<p>Di ajang kompetisi multi cabang, prestasi atlet-atlet Indonesia tidak terlalu mengesankan. Di Olimpiade, prestasi terbaik Indonesia diraih pada saat <a title="Olimpiade 1992" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Olimpiade_1992">Olimpiade 1992</a>, dimana Indonesia menduduki peringkat 24 dengan meraih 2 emas 2 perak dan 1 perunggu. Pada era 1960 hingga 2000, Indonesia merajai bulu tangkis. Atlet-atlet putra Indonesia seperti <a title="Rudi Hartono" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rudi_Hartono">Rudi Hartono</a>, <a title="Liem Swie King" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Liem_Swie_King">Liem Swie King</a>, <a title="Icuk Sugiarto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Icuk_Sugiarto">Icuk Sugiarto</a>, <a title="Alan Budikusuma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alan_Budikusuma">Alan Budikusuma</a>, <a title="Ricky Subagja" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ricky_Subagja">Ricky Subagja</a>, dan <a title="Rexy Mainaky" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rexy_Mainaky">Rexy Mainaky</a> merajai kejuaraan-kejuaraan dunia. Rudi Hartono yang dianggap sebagai maestro bulu tangkis dunia, menjadi juara <a title="All England" href="http://id.wikipedia.org/wiki/All_England">All England</a> terbanyak sepanjang sejarah. Selain <a title="Bulu tangkis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bulu_tangkis">bulu tangkis</a>, atlet-atlet tinju Indonesia juga mampu meraih gelar juara dunia, seperti <a title="Elyas Pical" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elyas_Pical">Elyas Pical</a>, <a title="Nico Thomas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nico_Thomas">Nico Thomas</a><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-55">[56]</a></sup>, dan <a title="Chris John (petinju)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Chris_John_%28petinju%29">Chris John</a><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-56">[57]</a></sup>.</p>
<h3>Seni musik</h3>
<p>Seni musik di Indonesia, baik tradisional maupun modern sangat banyak terbentang dari <a title="Sabang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sabang">Sabang</a> hingga <a title="Merauke" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Merauke">Merauke</a>. Setiap provinsi di Indonesia memiliki <a title="Musik tradisional" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musik_tradisional">musik tradisional</a> dengan ciri khasnya tersendiri. Musik tradisional termasuk juga <a title="Keroncong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keroncong">keroncong</a> yang berasal dari keturunan <a title="Portugis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portugis">Portugis</a> di daerah <a title="Kampung Tugu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kampung_Tugu">Tugu</a>, <a title="Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a>,<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-57">[58]</a></sup> yang dikenal oleh semua rakyat Indonesia bahkan hingga ke mancanegara. Ada juga musik yang merakyat di Indonesia yang dikenal dengan nama <a title="Dangdut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dangdut">dangdut</a> yaitu musik beraliran Melayu modern yang dipengaruhi oleh musik India sehingga musik dangdut ini sangat berbeda dengan musik tradisional Melayu yang sebenarnya, seperti musik Melayu Deli, Melayu Riau, dan sebagainya.</p>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Traditional_indonesian_instruments02.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/26/Traditional_indonesian_instruments02.jpg/150px-Traditional_indonesian_instruments02.jpg" alt="" width="150" height="100" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Traditional_indonesian_instruments02.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p><a title="Gamelan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gamelan">Seperangkat gamelan</a></p>
</div>
</div>
</div>
<p>Alat musik tradisional yang merupakan alat musik khas Indonesia memiliki banyak ragam dari pelbagai daerah di Indonesia, namun banyak pula dari alat musik tradisional Indonesia &#8216;dicuri&#8217; oleh negara lain<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-58">[59]</a></sup> untuk kepentingan penambahan budaya dan seni musiknya sendiri dengan mematenkan hak cipta seni budaya dari Indonesia. <a title="Daftar alat musik Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_alat_musik_Indonesia">Alat musik tradisional Indonesia</a> antara lain meliputi:</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td width="25%" align="left" valign="top">
<ul>
<li><a title="Angklung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Angklung">Angklung</a></li>
<li>Bende</li>
<li><a title="Calung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Calung">Calung</a></li>
<li>Dermenan</li>
<li><a title="Gamelan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gamelan">Gamelan</a></li>
<li>Gandang Tabuik</li>
<li>Gendang Bali</li>
</ul>
</td>
<td width="25%" align="left" valign="top">
<ul>
<li>Gondang Batak</li>
<li>Gong Kemada</li>
<li>Gong Lambus</li>
<li>Jidor</li>
<li><a title="Tembang Cianjuran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tembang_Cianjuran">Kecapi Suling</a></li>
<li>Kulcapi Batak</li>
<li>Kendang Jawa</li>
</ul>
</td>
<td width="25%" align="left" valign="top">
<ul>
<li>Kenong</li>
<li><a title="Kulintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kulintang">Kulintang</a></li>
<li><a title="Rebab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rebab">Rebab</a></li>
<li><a title="Rebana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rebana">Rebana</a></li>
<li><a title="Saluang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saluang">Saluang</a></li>
<li><a title="Saron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saron">Saron</a></li>
<li><a title="Sasando" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sasando">Sasando</a></li>
</ul>
</td>
<td width="25%" align="left" valign="top">
<ul>
<li><a title="Serunai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serunai">Serunai</a></li>
<li>Seurune Kale</li>
<li>Suling Lembang</li>
<li>Sulim Batak</li>
<li>Suling Sunda</li>
<li><a title="Talempong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Talempong">Talempong</a></li>
<li>Tanggetong</li>
<li>Tifa, dan sebagainya</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h3>Boga</h3>
<div><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" alt="!" width="20" height="20" />Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Daftar masakan Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_masakan_Indonesia">Daftar masakan Indonesia</a></div>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:SOTO_FOOD.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/db/SOTO_FOOD.jpg/150px-SOTO_FOOD.jpg" alt="" width="150" height="113" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:SOTO_FOOD.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Beberapa <a title="Masakan Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masakan_Indonesia">makanan Indonesia</a>: <a title="Soto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soto">soto</a> ayam, <a title="Sate" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sate">sate</a> kerang, telor pindang, perkedel dan es teh manis.</p>
</div>
</div>
</div>
<p><a title="Masakan Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masakan_Indonesia">Masakan Indonesia</a> bervariasi bergantung pada wilayahnya.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-59">[60]</a></sup> Nasi adalah makanan pokok dan dihidangkan dengan lauk daging dan sayur. Bumbu (terutama <a title="Cabai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cabai">cabai</a>), <a title="Santan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Santan">santan</a>, <a title="Ikan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan">ikan</a>, dan <a title="Ayam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ayam">ayam</a> adalah bahan yang penting.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-60">[61]</a></sup></p>
<p>Sepanjang sejarah, Indonesia telah menjadi tempat perdagangan antara dua benua. Ini menyebabkan terbawanya banyak bumbu, bahan makanan dan teknik memasak dari bangsa <a title="Melayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Melayu">Melayu</a> sendiri, <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a>, <a title="Timur tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timur_tengah">Timur tengah</a>, <a title="Tionghoa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa">Tionghoa</a>, dan <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a>. Semua ini bercampur dengan ciri khas makanan Indonesia tradisional, menghasilkan banyak keanekaragaman yang tidak ditemukan di daerah lain. Bahkan bangsa <a title="Spanyol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spanyol">Spanyol</a> dan <a title="Portugis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portugis">Portugis</a>, telah mendahului bangsa <a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a> dengan membawa banyak produk dari dunia baru ke Indonesia.</p>
<p>Penganan kecil semisal kue-kue banyak dijual di pasar tradisional. Kue-kue tersebut biasanya berbahan dasar beras, ketan, ubi kayu, ubi jalar, terigu, atau sagu. Nasi rames yang berisi nasi beserta lauk atau sayur pilihan dijual di tempat-tempat umum, seperti stasiun <a title="Kereta api" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_api">kereta api</a>, pasar, dan terminal bus. Di <a title="Daerah Istimewa Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta">Daerah Istimewa Yogyakarta</a> dan sekitarnya dikenal nasi kucing sebagai nasi rames yang berukuran sangat minimalis dengan harga murah, nasi kucing sering dijual di atas angkringan, sejenis warung kaki lima.</p>
<p>Terdapat pula aneka makanan yang dijual oleh para pedagang keliling menggunakan gerobak atau tanggungan. Pedagang keliling ini menyajikan <a title="Mie ayam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mie_ayam">mie ayam</a>, mi <a title="Bakso" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bakso">bakso</a>, <a title="Soto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soto">soto</a>, <a title="Siomay" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Siomay">siomay</a>, roti burger, <a title="Nasi goreng" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nasi_goreng">nasi goreng</a>, <a title="Nasi uduk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nasi_uduk">nasi uduk</a>, dan lain-lain.</p>
<h3>Perfilman</h3>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Tjoet_Nja%27_Dhien.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/e/ed/Tjoet_Nja%27_Dhien.jpg/150px-Tjoet_Nja%27_Dhien.jpg" alt="" width="150" height="215" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Tjoet_Nja%27_Dhien.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Poster film Tjoet Nja&#8217; Dhien, pahlawan nasional Indonesia asal <a title="Aceh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh">Aceh</a></p>
</div>
</div>
</div>
<p>Film pertama yang dibuat pertama kalinya di Indonesia adalah film bisu tahun <a title="1926" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1926">1926</a> yang berjudul <em><a title="Loetoeng Kasaroeng" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Loetoeng_Kasaroeng">Loetoeng Kasaroeng</a></em> dan dibuat oleh sutradara <a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a> G. Kruger dan L. Heuveldorp. Film ini dibuat dengan aktor lokal oleh Perusahaan Film Jawa NV di <a title="Bandung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung">Bandung</a> dan muncul pertama kalinya pada tanggal <a title="31 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/31_Desember">31 Desember</a>, <a title="1926" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1926">1926</a> di teater Elite and Majestic, <a title="Bandung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung">Bandung</a>. Setelah itu, lebih dari 2.200 film diproduksi. Di masa awal kemerdekaan, sineas-sineas Indonesia belum banyak bermunculan. Diantara sineas yang ada, <a title="Usmar Ismail" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Usmar_Ismail">Usmar Ismail</a> merupakan salah satu sutradara paling produktif, dengan film pertamanya Harta Karun (1949). Dekade 1970 hingga 2000-an, <a title="Arizal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arizal">Arizal</a> muncul sebagai sutradara film paling produktif. Tak kurang dari 52 buah film dan 8 judul sinetron dengan 1.196 episode telah dihasilkannya.</p>
<p>Popularitas <a title="Perfilman Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perfilman_Indonesia">industri film Indonesia</a> memuncak pada tahun 1980-an dan mendominasi bioskop di Indonesia,<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-kompasmovies-61">[62]</a></sup> meskipun kepopulerannya berkurang pada awal tahun 1990-an. Antara tahun 2000 hingga 2005, jumlah film Indonesia yang dirilis setiap tahun meningkat.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-kompasmovies-61">[62]</a></sup> Film <a title="Laskar Pelangi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laskar_Pelangi">Laskar Pelangi</a> (2008) yang diangkat dari novel karya <a title="Andrea Hirata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Andrea_Hirata">Andrea Hirata</a> menjadi film paling laris sepanjang sejarah.</p>
<h3>Kesusastraan</h3>
<p>Bukti tulisan tertua di Indonesia adalah berbagai prasasti berbahasa <a title="Sanskerta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sanskerta">Sanskerta</a> pada abad ke-5 <a title="Masehi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masehi">Masehi</a>. Figur penting dalam sastra modern Indonesia termasuk: pengarang Belanda <a title="Multatuli" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Multatuli">Multatuli</a> yang mengkritik perlakuan Belanda terhadap Indonesia selama zaman penjajahan Belanda; <a title="Muhammad Yamin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Yamin">Muhammad Yamin</a> dan <a title="Hamka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hamka">Hamka</a> yang merupakan penulis dan politikus pra-kemerdekaan;<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-62">[63]</a></sup> dan <a title="Pramoedya Ananta Toer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pramoedya_Ananta_Toer">Pramoedya Ananta Toer</a>, pembuat novel Indonesia yang paling terkenal.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-63">[64]</a></sup> Selain novel, sastra tulis Indonesia juga berupa puisi, pantun, dan sajak. <a title="Chairil Anwar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Chairil_Anwar">Chairil Anwar</a> merupakan penulis puisi Indonesia yang paling ternama. Banyak orang Indonesia memiliki <a title="Tradisi lisan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tradisi_lisan">tradisi lisan</a> yang kuat, yang membantu mendefinisikan dan memelihara identitas budaya mereka.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-UNESCO_Jakarta.2C_Indonesia-64">[65]</a></sup> Kebebasan pers di Indonesia meningkat setelah berakhirnya kekuasaan Presiden <a title="Soeharto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto">Soeharto</a>. Stasiun <a title="Televisi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi">televisi</a> termasuk sepuluh stasiun televisi swasta nasional, dan jaringan daerah yang bersaing dengan stasiun televisi negeri <a title="TVRI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/TVRI">TVRI</a>. <a title="Stasiun radio" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_radio">Stasiun radio</a> swasta menyiarkan berita mereka dan program penyiaran asing. Dilaporkan terdapat 20 juta pengguna internet di Indonesia pada tahun 2007.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-65">[66]</a></sup> Penggunaan internet terbatas pada minoritas populasi, diperkirakan sekitar 8.5%.</p>
<h2>Ekologi</h2>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Casuarius_casuarius.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/2c/Casuarius_casuarius.jpg/150px-Casuarius_casuarius.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Casuarius_casuarius.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p><a title="Kasuari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kasuari">Kasuari</a>, salah satu <a title="Burung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Burung">burung</a> khas dari <a title="Pulau Papua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Papua">Pulau Papua</a>.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Wilayah Indonesia memiliki keanekaragaman makhluk hidup yang tinggi sehingga oleh beberapa pihak wilayah ekologi Indonesia disebut dengan istilah &#8220;<em>Mega biodiversity</em>&#8221; atau &#8220;keanekaragaman mahluk hidup yang tinggi&#8221;<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-66">[67]</a></sup><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-67">[68]</a></sup> umumnya dikenal sebagai <em>Indomalaya</em> atau <a title="Malesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malesia">Malesia</a> bedasarkan penelitian bahwa 10 persen tumbuhan, 12 persen mamalia, 16 persen reptil, 17 persen burung, 25 persen ikan yang ada di dunia hidup di Indonesia, padahal luas Indonesia hanya 1,3 % dari luas Bumi. Kekayaan makhluk hidup Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah <a title="Brasil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Brasil">Brasil</a> dan <a title="Republik Demokratik Kongo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Demokratik_Kongo">Republik Demokratik Kongo</a>. <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-68">[69]</a></sup></p>
<p>Meskipun demikian, <a title="Guinness World Records" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Guinness_World_Records">Guinness World Records</a> pada 2008 pernah mencatat rekor Indonesia sebagai negara yang paling kencang laju kerusakan hutannya di dunia. Setiap tahun Indonesia kehilangan hutan seluas 1,8 juta hektar. Kerusakan yang terjadi di daerah hulu (hutan) juga turut merusak kawasan di daerah hilir (pesisir).<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-69">[70]</a></sup> Menurut catatan <em>Down The Earth</em>, proyek <a title="Asian Development Bank" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asian_Development_Bank">Asian Development Bank</a> (ADB) di sektor kelautan Indonesia telah memicu terjadinya alih fungsi secara besar-besaran hutan bakau menjadi kawasan pertambakan. Padahal hutan bakau, selain berfungsi melindungi pantai dari abrasi, merupakan habitat yang baik bagi berbagai jenis ikan. Kehancuran hutan bakau tersebut mengakibatkan nelayan harus mencari ikan dengan jarak semakin jauh dan menambah biaya operasional mereka dalam mencari ikan. Selain itu, hancurnya hutan bakau juga mengakibatkan semakin rentannya kawasan pesisir Indonesia terhadap terjangan air pasang laut dan banjir, terlebih di musim hujan.</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hisyam21.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hisyam21.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hisyam21.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hisyam21.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hisyam21.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hisyam21.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hisyam21.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hisyam21.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hisyam21.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hisyam21.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hisyam21.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hisyam21.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hisyam21.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hisyam21.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hisyam21.wordpress.com&amp;blog=11277735&amp;post=20&amp;subd=hisyam21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hisyam21.wordpress.com/2010/02/11/indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0127e879f9e18115d7e4f5275b04d3a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hisyam21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9f/Flag_of_Indonesia.svg/125px-Flag_of_Indonesia.svg.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6c/Garuda_Pancasila%2C_Coat_Arms_of_Indonesia.svg/85px-Garuda_Pancasila%2C_Coat_Arms_of_Indonesia.svg.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/05/Indonesia_%28orthographic_projection%29.svg/250px-Indonesia_%28orthographic_projection%29.svg.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9a/Erioll_world.svg/18px-Erioll_world.svg.png" medium="image">
			<media:title type="html">Tunjukkan letak di peta interaktif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8b/Green_Arrow_Up_Darker.svg/10px-Green_Arrow_Up_Darker.svg.png" medium="image">
			<media:title type="html">Green Arrow Up Darker.svg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/30/Borobudur_ship.JPG/180px-Borobudur_ship.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/12/Raden_Sarief_Bastaman_Saleh_-_Johannes_Graaf_van_den_Bosch.jpg/120px-Raden_Sarief_Bastaman_Saleh_-_Johannes_Graaf_van_den_Bosch.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/6/6a/Soekarno%2C_Hatta%2C_Sjahrir.jpg/200px-Soekarno%2C_Hatta%2C_Sjahrir.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/5/5f/Gedung_MPR-DPR.PNG/200px-Gedung_MPR-DPR.PNG" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/9/98/Istana_Negara.JPG/200px-Istana_Negara.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/da/Waterfall_Madakaripura_B.JPG/150px-Waterfall_Madakaripura_B.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ec/Indonesian_Rupiah_%28IDR%29_banknotes.jpg/200px-Indonesian_Rupiah_%28IDR%29_banknotes.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/86/Imfinfo1.JPG/200px-Imfinfo1.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3f/Bank_Indonesia_headquarters.jpg/150px-Bank_Indonesia_headquarters.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/33/IslamicCenter1.jpg/180px-IslamicCenter1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/cf/Jakarta_Skyline_%28Resize%29.jpg/150px-Jakarta_Skyline_%28Resize%29.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Indonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3b/WayangKulit_Scene_Zoom.JPG/150px-WayangKulit_Scene_Zoom.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/5c/Aesan_Gede_Songket_Palembang.jpg/150px-Aesan_Gede_Songket_Palembang.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/32/Hindu_Temple_in_Java_%2C_Indonesia.jpg/150px-Hindu_Temple_in_Java_%2C_Indonesia.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/50/Badminton_Beijing_2008_Lu_Lan_vs_Yulianti.jpg/150px-Badminton_Beijing_2008_Lu_Lan_vs_Yulianti.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/26/Traditional_indonesian_instruments02.jpg/150px-Traditional_indonesian_instruments02.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/db/SOTO_FOOD.jpg/150px-SOTO_FOOD.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/e/ed/Tjoet_Nja%27_Dhien.jpg/150px-Tjoet_Nja%27_Dhien.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/2c/Casuarius_casuarius.jpg/150px-Casuarius_casuarius.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BATIK</title>
		<link>http://hisyam21.wordpress.com/2010/02/11/17/</link>
		<comments>http://hisyam21.wordpress.com/2010/02/11/17/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 07:31:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hisyam21</dc:creator>
				<category><![CDATA[informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hisyam21.wordpress.com/2010/02/11/17/</guid>
		<description><![CDATA[Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hisyam21.wordpress.com&amp;blog=11277735&amp;post=17&amp;subd=hisyam21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Batik</strong> adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan <a title="Kain" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kain">kain</a> dengan menggunakan <a title="Malam (zat)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malam_%28zat%29">malam</a> untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam <a title="Literatur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Literatur">literatur</a> internasional, teknik ini dikenal sebagai <em>wax-resist dyeing</em>. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan <a title="Teknik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teknik">teknik</a>, <a title="Teknologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi">teknologi</a>, serta pengembangan <a title="Motif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Motif">motif</a> dan budaya yang terkait, oleh <a title="UNESCO" href="http://id.wikipedia.org/wiki/UNESCO">UNESCO</a> telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (<a title="Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masterpieces_of_the_Oral_and_Intangible_Heritage_of_Humanity&amp;action=edit&amp;redlink=1">Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity</a>) sejak <a title="2 Oktober" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2_Oktober">2 Oktober</a>, <a title="2009" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2009">2009</a>.</p>
<h2>Etimologi</h2>
<p>Kata &#8220;batik&#8221; berasal dari gabungan dua kata <a title="Bahasa Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa">bahasa Jawa</a>: &#8220;amba&#8221;, yang bermakna &#8220;menulis&#8221; dan &#8220;titik&#8221; yang bermakna &#8220;titik&#8221;.<sup><em></em></sup></p>
<h2>Sejarah teknik batik</h2>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Niya_batik.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e6/Niya_batik.jpg/250px-Niya_batik.jpg" alt="" width="250" height="142" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Niya_batik.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Tekstil batik dari <a title="Niya (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Niya&amp;action=edit&amp;redlink=1">Niya</a> (<a title="Cekungan Tarim (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cekungan_Tarim&amp;action=edit&amp;redlink=1">Cekungan Tarim</a>), Tiongkok</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Seni pewarnaan kain dengan teknik pencegahan pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di <a title="Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir">Mesir</a> menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus <a title="Mumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mumi">mumi</a> yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di <a title="Asia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia">Asia</a>, teknik serupa batik juga diterapkan di <a title="Tiongkok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiongkok">Tiongkok</a> semasa <a title="Dinasti T'ang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dinasti_T%27ang">Dinasti T&#8217;ang</a> (618-907) serta di <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a> dan <a title="Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a> semasa <a title="Periode Nara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Periode_Nara">Periode Nara</a> (645-794). Di <a title="Afrika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika">Afrika</a>, teknik seperti batik dikenal oleh <a title="Suku Yoruba (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suku_Yoruba&amp;action=edit&amp;redlink=1">Suku Yoruba</a> di <a title="Nigeria" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nigeria">Nigeria</a>, serta <a title="Suku Soninke" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Soninke">Suku Soninke</a> dan <a title="Wolof" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wolof">Wolof</a> di <a title="Senegal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senegal">Senegal</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batik#cite_note-ReferenceA-1">[2]</a></sup>. Di <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah <a title="Perang Dunia I" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_I">Perang Dunia I</a> atau sekitar tahun 1920-an.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batik#cite_note-2">[3]</a></sup></p>
<p>Walaupun kata &#8220;batik&#8221; berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a> atau <a title="Srilangka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Srilangka">Srilangka</a> pada abad ke-6 atau ke-7. <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batik#cite_note-ReferenceA-1">[2]</a></sup>Di sisi lain, <a title="J.L.A. Brandes (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=J.L.A._Brandes&amp;action=edit&amp;redlink=1">J.L.A. Brandes</a> (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (arkeolog Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti <a title="Toraja" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Toraja">Toraja</a>, <a title="Flores" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Flores">Flores</a>, <a title="Halmahera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Halmahera">Halmahera</a>, dan <a title="Papua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua">Papua</a>. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batik#cite_note-books.google.com.my-3">[4]</a></sup></p>
<p>G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola <em>gringsing</em> sudah dikenal sejak abad ke-12 di <a title="Kerajaan Kediri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kediri">Kediri</a>, <a title="Jawa Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur">Jawa Timur</a>. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat <em><a title="Canting" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Canting">canting</a></em>, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batik#cite_note-books.google.com.my-3">[4]</a></sup></p>
<p>Legenda dalam literatur <a title="Bahasa Melayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Melayu">Melayu</a> abad ke-17, <a title="Sulalatus Salatin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulalatus_Salatin">Sulalatus Salatin</a> menceritakan <a title="Laksamana Hang Nadim (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Laksamana_Hang_Nadim&amp;action=edit&amp;redlink=1">Laksamana Hang Nadim</a> yang diperintahkan oleh <a title="Sultan Mahmud (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sultan_Mahmud&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sultan Mahmud</a> untuk berlayar ke <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a> agar mendapatkan 140 lembar kain <em>serasah</em> dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batik#cite_note-4">[5]</a></sup> Oleh beberapa penafsir,<sup>who?</sup> <em>serasah</em> itu ditafsirkan sebagai batik.</p>
<p>Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku <em><a title="History of Java (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=History_of_Java&amp;action=edit&amp;redlink=1">History of Java</a></em> (London, 1817) tulisan Sir <a title="Thomas Stamford Raffles" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Thomas_Stamford_Raffles">Thomas Stamford Raffles</a>. Ia pernah menjadi Gubernur <a title="Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris">Inggris</a> di Jawa semasa <a title="Napoleon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Napoleon">Napoleon</a> menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda <a title="Van Rijekevorsel (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Van_Rijekevorsel&amp;action=edit&amp;redlink=1">Van Rijekevorsel</a> memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di <a title="Rotterdam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rotterdam">Rotterdam</a> dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu dipamerkan di <em><a title="Exposition Universelle (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Exposition_Universelle&amp;action=edit&amp;redlink=1">Exposition Universelle</a></em> di <a title="Paris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paris">Paris</a> pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batik#cite_note-ReferenceA-1">[2]</a></sup></p>
<p>Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Pada saat yang sama imigran dari Indonesia ke <a title="Persekutuan Malaya (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Persekutuan_Malaya&amp;action=edit&amp;redlink=1">Persekutuan Malaya</a> juga membawa batik bersama mereka.</p>
<h2>Budaya batik</h2>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Raden_Adjeng_Kartini.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/f/f9/Raden_Adjeng_Kartini.jpg/180px-Raden_Adjeng_Kartini.jpg" alt="" width="180" height="250" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Raden_Adjeng_Kartini.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Pahlawan wanita <a title="Kartini" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kartini">R.A. Kartini</a> dan suaminya memakai rok batik. Batik motif parang yang dipakai Kartini adalah pola untuk para bangsawan</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya &#8220;Batik Cap&#8221; yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak &#8220;Mega Mendung&#8221;, dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.</p>
<p>Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga <a title="Keraton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keraton">keraton</a> <a title="Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta">Yogyakarta</a> dan <a title="Surakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surakarta">Surakarta</a>.</p>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Skirt_from_Cirebon,_Java,_early_20th_century,_coton,_%27tulis%27_batik.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ea/Skirt_from_Cirebon%2C_Java%2C_early_20th_century%2C_coton%2C_%27tulis%27_batik.jpg/180px-Skirt_from_Cirebon%2C_Java%2C_early_20th_century%2C_coton%2C_%27tulis%27_batik.jpg" alt="" width="180" height="258" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Skirt_from_Cirebon,_Java,_early_20th_century,_coton,_%27tulis%27_batik.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Batik Cirebon bermotif mahluk laut</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.</p>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Sacred_Dance_Bedhoyo_Ketawang_A.JPG"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/68/Sacred_Dance_Bedhoyo_Ketawang_A.JPG/180px-Sacred_Dance_Bedhoyo_Ketawang_A.JPG" alt="" width="180" height="271" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Sacred_Dance_Bedhoyo_Ketawang_A.JPG"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Batik dipakai untuk membungkus seluruh tubuh oleh penari Tari <a title="Bedhoyo Ketawang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bedhoyo_Ketawang&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bedhoyo Ketawang</a> di keraton jawa.</p>
</div>
</div>
</div>
<h3>Corak batik</h3>
<p>Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh <a title="Tionghoa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa">Tionghoa</a>, yang juga mempopulerkan corak <em>phoenix</em>. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.</p>
<h3>[<a title="Sunting bagian: Baju Batik di Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batik&amp;action=edit&amp;section=5">sunting</a>] Baju Batik di Indonesia</h3>
<p>Pada awalnya baju batik kerap dikenakan pada acara acara resmi untuk menggantikan jas. Tetapi dalam perkembangannya apda masa <a title="Orde Baru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orde_Baru">Orde Baru</a> baju batik juga dipakai sebagai pakaian resmi siswa sekolah dan pegawai negeri (batik <a title="Korpri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Korpri">Korpri</a>) yang menggunakan seragam batik pada hari Jumat. Perkembangan selanjutnya batik mulai bergeser menjadi pakaian sehari-hari terutama digunakan oleh kaum wanita. Pegawai swasta biasanya memakai batik pada hari kamis atau jumat.</p>
<h3>Baju batik di Malaysia</h3>
<p>Setiap hari Kamis, semua pegawai negeri lelaki di Malaysia diharuskan memakai baju batik Malaysia mulai 17 Januari 2008. Ketua Pengarah Jabatan Perkhidmatan Awam Tan Sri Ismail Adam telah membagikan kepada semua jabatan kerajaan.</p>
<p>Sebelum ini peraturan memakai baju batik hanya pada hari Sabtu saja. Kemudian diubah kepada hari ke-1 dan hari ke-15 setiap bulan. Tetapi banyak yang melupakannya. <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batik#cite_note-5">[6]</a></sup></p>
<h2>Cara pembuatan</h2>
<p>Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari <a title="Kapas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kapas">kapas</a> yang dinamakan <a title="Kain mori" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kain_mori">kain mori</a>. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti <a title="Sutera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sutera">sutera</a>, <a title="Poliester" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Poliester">poliester</a>, <a title="Rayon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rayon">rayon</a> dan bahan sintetis lainnya. <a title="Motif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Motif">Motif</a> batik dibentuk dengan cairan <a title="Lilin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lilin">lilin</a> dengan menggunakan alat yang dinamakan <a title="Canting" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Canting">canting</a> untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan <a title="Warna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Warna">warna</a> yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.</p>
<h2>Jenis batik</h2>
<div>
<div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_batikker_aan_het_werk_met_een_wasstempel_TMnr_20018444.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/db/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_batikker_aan_het_werk_met_een_wasstempel_TMnr_20018444.jpg/200px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_batikker_aan_het_werk_met_een_wasstempel_TMnr_20018444.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_batikker_aan_het_werk_met_een_wasstempel_TMnr_20018444.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Pembuatan batik cap</p>
</div>
</div>
</div>
<h3>Menurut teknik</h3>
<ul>
<li><strong>Batik tulis</strong> adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.</li>
<li><strong>Batik cap</strong> adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari <a title="Tembaga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tembaga">tembaga</a>). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.</li>
<li><a title="Batik saring (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batik_saring&amp;action=edit&amp;redlink=1">batik saring</a>,</li>
<li><a title="Batik celup (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batik_celup&amp;action=edit&amp;redlink=1">batik celup</a>,</li>
<li><a title="Batik terap (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batik_terap&amp;action=edit&amp;redlink=1">batik terap</a>.</li>
</ul>
<h3>Menurut asal pembuatan</h3>
<dl>
<dt>Batik Jawa</dt>
<dd>batik Jawa adalah sebuah warisan kesenian budaya orang Indonesia, khususnya daerah Jawa yang dikuasai orang Jawa dari turun temurun. Batik Jawa mempunya motif-motif yang berbeda-beda. Perbedaan motif ini biasa terjadi dikarnakan motif-motif itu mempunyai makna, maksudnya bukan hanya sebuah gambar akan tetapi mengandung makna yang mereka dapat dari leluhur mereka, yaitu penganut agama animisme, dinamisme atau Hindu dan Buddha. Batik jawa banyak berkembang di daerah Solo atau yang biasa disebut dengan batik Solo. </dd>
<dd> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batik">sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Batik</a></dd>
</dl>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Batik_Tiga_Negeri-_Lasem-_tulis-_natural_dye.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/c/c5/Batik_Tiga_Negeri-_Lasem-_tulis-_natural_dye.jpg/120px-Batik_Tiga_Negeri-_Lasem-_tulis-_natural_dye.jpg" alt="" width="120" height="90" /></a></div>
</div>
<div>
<p>Batik Tiga Negeri</p>
</div>
</div>
</td>
<td>
<div>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Batik_Jawa_Hokokai-_Pekalongan-_tulis-_mixed_dye.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/8/87/Batik_Jawa_Hokokai-_Pekalongan-_tulis-_mixed_dye.jpg/120px-Batik_Jawa_Hokokai-_Pekalongan-_tulis-_mixed_dye.jpg" alt="" width="120" height="90" /></a></div>
</div>
<div>
<p>Batik Jawa Hokokai 1942-1945</p>
</div>
</div>
</td>
<td>
<div>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Batik_Buketan%27%27-_Pekalongan-_tulis-_chemical_dye.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/5/51/Batik_Buketan%27%27-_Pekalongan-_tulis-_chemical_dye.jpg/120px-Batik_Buketan%27%27-_Pekalongan-_tulis-_chemical_dye.jpg" alt="" width="120" height="90" /></a></div>
</div>
<div>
<p>Batik Buketan asal Pekalongan dengan desain pengaruh Eropa</p>
</div>
</div>
</td>
<td>
<div>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Batik_Buketan%27%27-_Pekalongan-_tulis-_mixed_dye.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/9/96/Batik_Buketan%27%27-_Pekalongan-_tulis-_mixed_dye.jpg/120px-Batik_Buketan%27%27-_Pekalongan-_tulis-_mixed_dye.jpg" alt="" width="120" height="90" /></a></div>
</div>
<div>
<p>Batik Buketa</p>
</div>
</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Batik_Lasem%27-_Lasem-_tulis-_mixed_dye.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/4/44/Batik_Lasem%27-_Lasem-_tulis-_mixed_dye.jpg/120px-Batik_Lasem%27-_Lasem-_tulis-_mixed_dye.jpg" alt="" width="120" height="90" /></a></div>
</div>
<div>
<p>Batik Lasem</p>
</div>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hisyam21.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hisyam21.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hisyam21.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hisyam21.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hisyam21.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hisyam21.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hisyam21.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hisyam21.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hisyam21.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hisyam21.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hisyam21.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hisyam21.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hisyam21.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hisyam21.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hisyam21.wordpress.com&amp;blog=11277735&amp;post=17&amp;subd=hisyam21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hisyam21.wordpress.com/2010/02/11/17/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0127e879f9e18115d7e4f5275b04d3a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hisyam21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e6/Niya_batik.jpg/250px-Niya_batik.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/f/f9/Raden_Adjeng_Kartini.jpg/180px-Raden_Adjeng_Kartini.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ea/Skirt_from_Cirebon%2C_Java%2C_early_20th_century%2C_coton%2C_%27tulis%27_batik.jpg/180px-Skirt_from_Cirebon%2C_Java%2C_early_20th_century%2C_coton%2C_%27tulis%27_batik.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/68/Sacred_Dance_Bedhoyo_Ketawang_A.JPG/180px-Sacred_Dance_Bedhoyo_Ketawang_A.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/db/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_batikker_aan_het_werk_met_een_wasstempel_TMnr_20018444.jpg/200px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_batikker_aan_het_werk_met_een_wasstempel_TMnr_20018444.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/c/c5/Batik_Tiga_Negeri-_Lasem-_tulis-_natural_dye.jpg/120px-Batik_Tiga_Negeri-_Lasem-_tulis-_natural_dye.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/8/87/Batik_Jawa_Hokokai-_Pekalongan-_tulis-_mixed_dye.jpg/120px-Batik_Jawa_Hokokai-_Pekalongan-_tulis-_mixed_dye.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/5/51/Batik_Buketan%27%27-_Pekalongan-_tulis-_chemical_dye.jpg/120px-Batik_Buketan%27%27-_Pekalongan-_tulis-_chemical_dye.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/9/96/Batik_Buketan%27%27-_Pekalongan-_tulis-_mixed_dye.jpg/120px-Batik_Buketan%27%27-_Pekalongan-_tulis-_mixed_dye.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/4/44/Batik_Lasem%27-_Lasem-_tulis-_mixed_dye.jpg/120px-Batik_Lasem%27-_Lasem-_tulis-_mixed_dye.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
